Pencarian

Antrean SPBU di Sulsel Melonjak, Pengguna Pertamax Beralih ke BBM Subsidi

Selasa, 15 September 2026 • 06:19:01 WIB
Antrean SPBU di Sulsel Melonjak, Pengguna Pertamax Beralih ke BBM Subsidi
Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Sulawesi Selatan meningkat akibat peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke subsidi.

NUSA TENGGARA BARAT — Antrean panjang di sejumlah SPBU Sulawesi Selatan dalam beberapa pekan terakhir bukan disebabkan kelangkaan pasokan. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyebut penyebabnya adalah perpindahan konsumen dari bahan bakar nonsubsidi ke subsidi.

Temuan itu disampaikan usai Rapat Monitoring dan Evaluasi pemantauan dan pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada SPBU se-Sulsel bersama Forkopimda, Pertamina, dan kepala daerah, Senin (14/9).

"Jadi pada intinya adalah sebenarnya ada migrasi ya, karena disparitas harga antara subsidi dengan non-subsidi ya, sehingga memang ada migrasi antrean yang tadinya mungkin biasanya beli non-subsidi, kemudian karena disparitas harga, kemudian dia beralih pindah ke subsidi, sehingga terjadi peningkatan," kata Andi Sudirman.

Mengapa Pengguna Pertamax Berpindah ke Pertalite

Selisih harga antara BBM nonsubsidi dan subsidi menjadi pemicu utama. Konsumen yang biasanya membeli Pertamax kini memilih Pertalite karena perbedaan harga yang melebar.

Peningkatan pembelian masyarakat itulah yang membuat Pemprov Sulsel menambah kuota BBM. Meski begitu, antrean di lapangan tetap terjadi.

"Maka kita meminta Pertamina untuk melakukan analisis apa namanya, berapa pengaruh migrasi ini terhadap kuota BBM yang harus kemudian ditambahkan ke Sulsel. Intinya kita sudah minta, kemarin suratnya sudah ada 30 persen kita minta penambahan, tapi tentu nanti kita menunggu dari pusat berapa yang disetujui," jelas Andi Sudirman.

Ganjil-Genap dan Pembelian Daring untuk Urai Antrean

Pemprov Sulsel menerapkan sejumlah langkah operasional untuk memecah kepadatan di SPBU. Dua di antaranya adalah sistem ganjil-genap pengisian BBM dan penerapan pembelian secara daring.

Kebijakan itu juga menyasar sekolah-sekolah. Andi Sudirman menegaskan langkah ini tidak bersifat permanen.

"Ini bukan kebijakan permanen ya, tetapi ketika dibutuhkan maka kita mengambil langkah itu tidak lain adalah untuk mengurai antrean. Supaya tetap dapat semua, dan kemudian situasi kondisi kita tahu global, harga dunia bagaimana, kemudian kuota, dan kemudian migrasi yang tadi saya sampaikan, maka kita harus mengambil kebijakan," tutupnya.

Menurut Gubernur, antrean panjang mulai berkurang di sejumlah SPBU setelah kebijakan tersebut berjalan.

Pertalite Belum Dibatasi Berdasarkan Kapasitas Mesin

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, memastikan pihaknya belum mengeluarkan aturan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi khususnya berdasarkan kapasitas mesin kendaraan.

"Sekarang seluruh kendaraan yang menggunakan Pertalite belum ada aturannya, jadi masih dimungkinkan untuk menggunakan Pertalite. Kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan khususnya, kami tetap merupakan tetap berupaya untuk menyalurkan BBM dan LPG ke seluruh lapisan masyarakat, dan kami fokus ke dua hal. Yang pertama adalah penguatan suplai," ungkapnya.

Tambahan Kapal dan Mobil Tangki

Pertamina menempuh dua jalur untuk menjaga pasokan di tengah lonjakan permintaan. Pertama, penguatan suplai dengan menambah kapal demi menjaga stok BBM.

Kedua, penguatan distribusi. Pertamina menambah jumlah mobil tangki, memperpanjang jam operasional, dan memperpanjang jam operasional SPBU.

"Mobil tangki kami tambah, jam operasional kami tambah, juga dengan jam operasional SPBU ini tetap kami lakukan sampai nanti dengan adanya evaluasi bersama tim Satgas," terang Deny.

Evaluasi bersama tim Satgas akan menentukan apakah penambahan suplai dan pengaturan operasional SPBU masih diperlukan. Warga Sulsel yang menemui kendala pembelian BBM subsidi dapat menyampaikan laporan ke kanal pengaduan resmi Pertamina maupun dinas yang membidangi energi di pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritakotamakassar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks