Pencarian

Olahraga Ibu Hamil: Cerita Lala Nabila Selesaikan HYROX saat Hamil 24 Minggu

Minggu, 02 Agustus 2026 • 07:41:01 WIB
Olahraga Ibu Hamil: Cerita Lala Nabila Selesaikan HYROX saat Hamil 24 Minggu
Lala Nabila menyelesaikan HYROX Osaka saat hamil 24 minggu dengan catatan waktu 2 jam 21 menit 37 detik.

NUSA TENGGARA BARAT — Anggapan bahwa ibu hamil harus membatasi gerak perlahan terkikis oleh aksi Nabila Qadrianty. Wanita yang akrab disapa Lala ini menjadi perempuan hamil pertama di Indonesia yang menyelesaikan ajang ketahanan fisik HYROX, sebuah kompetisi yang mengombinasikan lari dan latihan kekuatan.

Pencapaian itu diraihnya di HYROX Osaka, Jepang, pada kategori Women's Open usia 35-39 tahun. Dengan waktu 2 jam 21 menit 37 detik, ia menempati peringkat ke-599 secara keseluruhan dan ke-96 di kelompok usianya.

Bukan Keputusan Instan, Persiapan Dimulai Sejak Trimester Pertama

Keputusan Lala untuk tetap bertanding bukan tanpa perhitungan. Sebelum dinyatakan hamil, ia memang telah merancang program latihan untuk race di Osaka. Setelah mengetahui dirinya mengandung, ia justru mencari tahu lebih dalam tentang manfaat olahraga bagi janin.

"Motivasi awalku sebenarnya karena memang sebelum hamil sudah prep untuk race Osaka tapi mendadak aku hamil. Di kehamilan kedua ini karena sebelumnya sudah aktif olahraga maka akupun cari tahu terkait manfaat ibu hamil yang olahraga dan ternyata banyak banget manfaat untuk janin, seperti fungsi kognitif dan lain-lain," ujarnya kepada detikcom, Sabtu (1/8/2026).

Ia membekali fisiknya sejak trimester pertama dengan latihan kardio dan kekuatan secara rutin. Total persiapan yang dijalaninya sekitar enam bulan untuk menjaga daya tahan tubuhnya.

Tantangan Terbesar: Bukan Fisik, Melainkan Menjaga Diri dari Cedera

Menariknya, di balik ketahanan fisiknya yang prima, Lala mengaku tantangan terbesar justru datang dari rasa cemas. Keikutsertaannya dalam ajang tersebut dilakukan secara rahasia, sehingga ia harus ekstra fokus menjaga keselamatan tubuhnya.

"Momen paling menantang sebenarnya bukan karena race itu, tapi karena deg-degan ke sana race itu secara rahasia alias tidak ada yang tahu. Jadi momen paling deg-degan adalah menjaga diri agar tidak kena injury," kenangnya.

Pesan untuk Ibu Hamil: Siapkan Fisik untuk Perjalanan Panjang

Bagi Lala, olahraga saat hamil bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia ingin menanamkan perspektif bahwa menjadi ibu membutuhkan kesiapan fisik yang kuat untuk mendampingi tumbuh kembang anak hingga dewasa.

"Untuk para ibu-ibu yang menjalani kehamilan yang sehat, motherhood is a marathon. Kita butuh fisik yang kuat buat menjaga anak kita, kita butuh otot supaya bisa kuat menemani anak sampai dewasa, kita mau bisa tetap sehat dan bisa menikmati hidup kita sama mereka. Jadi mari kita upayakan jadi ibu yang sehat itu," pungkasnya.

Kapan Ibu Hamil Perlu Lebih Berhati-hati?

Kisah Lala menjadi inspirasi, namun penting untuk diingat bahwa setiap kehamilan berbeda. Olahraga saat hamil tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Konsultasi dengan dokter kandungan adalah langkah pertama yang wajib dilakukan sebelum memulai atau melanjutkan program latihan.

Hindari olahraga dengan risiko jatuh tinggi atau kontak fisik. Perhatikan sinyal tubuh seperti pusing, sesak napas berlebihan, atau kontraksi. Jika muncul gejala tersebut, segera hentikan aktivitas dan hubungi tenaga medis.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: health.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks