MATARAM — ASITA NTB memperluas pasar promosi pariwisata dengan menyasar Malaysia, salah satu negara dengan potensi wisatawan besar di Asia Tenggara. Fokus utama promosi adalah keindahan alam Lombok dan Sumbawa, serta gelaran MotoGP Mandalika yang dinilai mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi turis asing.
Ketua ASITA NTB, yang diwakili oleh pihak pengurus, menyebut Malaysia sebagai pasar potensial yang belum digarap maksimal. "Kami melihat ada peluang besar di sana, terutama untuk paket wisata kombinasi antara pantai, budaya, dan event internasional," ujarnya dalam keterangan resmi, baru-baru ini.
MotoGP Mandalika Jadi Andalan Utama
ASITA NTB tidak hanya menawarkan paket wisata alam biasa. Ajang MotoGP Mandalika yang digelar di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika menjadi senjata utama untuk menarik minat wisatawan Malaysia yang dikenal gemar menonton balapan.
Promosi dilakukan melalui berbagai forum bisnis dan pameran pariwisata di beberapa kota besar Malaysia. Strategi ini diyakini lebih efektif karena menjangkau langsung calon wisatawan dan pelaku industri perjalanan di negara tersebut.
Target 300 Wisatawan Asing dan Dampak ke Ekonomi Lokal
Dengan promosi agresif ini, ASITA NTB memasang target realistis untuk mendatangkan sedikitnya 300 wisatawan asing dari Malaysia dalam waktu dekat. Angka ini diharapkan berkontribusi pada peningkatan okupansi hotel dan perputaran uang di usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Pihaknya juga menggandeng maskapai penerbangan dan agen perjalanan lokal di Malaysia untuk menyusun paket wisata yang menarik. Kerja sama ini mencakup kemudahan akses tiket pesawat dan akomodasi selama berada di NTB.
Respons Pelaku Usaha Pariwisata di NTB
Langkah ASITA NTB ini mendapat respons positif dari pelaku usaha pariwisata di Lombok. Mereka menilai pasar Malaysia merupakan segmen yang tepat karena jarak tempuh yang dekat dan budaya yang relatif mirip.
Para pengusaha hotel dan restoran di kawasan Senggigi dan Mandalika pun menyambut baik rencana ini. Mereka berharap promosi tersebut tidak hanya berhenti pada ajang MotoGP, tetapi juga berkelanjutan untuk destinasi lain seperti Gili Trawangan dan Desa Sade.
Ke depan, ASITA NTB berencana memperluas promosi ke negara-negara ASEAN lainnya setelah melihat hasil dari penetrasi pasar Malaysia. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk mengukur efektivitas promosi dan menyesuaikan strategi penjualan paket wisata.