Ketua Pengurus Soft Tenis Indonesia (PESTI) NTB, Rino Rinaldi, membuka langsung pertandingan. Ia menyebut partisipasi tiga daerah ini sebagai langkah awal yang krusial bagi pengembangan soft tenis di tingkat provinsi.
“Ini adalah sejarah baru bagi soft tenis di NTB. Kami berharap setelah resmi dipertandingkan di Porprov, semakin banyak daerah yang membentuk kepengurusan dan melakukan pembinaan sehingga prestasi NTB di tingkat nasional terus meningkat,” ujar Rino dalam sambutannya.
Daya Tarik dari Pasangan Berlabel PON
Nomor ganda campuran diprediksi menjadi laga paling menarik. Pasangan Anis Ananta dan Febyaro Ribby Santara dari Kota Mataram — peraih medali perak PON XXI Aceh-Sumut 2024 — turun memperkuat tim tuan rumah. Kehadiran mereka tidak hanya menyedot perhatian penonton, tetapi juga diyakini mampu mendongkrak level kompetisi antaratlet daerah.
Target: Pembibitan Atlet Nasional
Porprov 2026 menjadi momentum strategis bagi PESTI NTB. Selain ajang unjuk kemampuan, kompetisi ini berfungsi sebagai wadah penjaringan atlet potensial untuk pembinaan jangka panjang. Rino menegaskan, Porprov adalah fondasi melahirkan atlet NTB yang mampu bersaing di level nasional.
“Melalui Porprov, kami ingin memperluas pembinaan di kabupaten/kota. Semoga ke depan lebih banyak daerah yang ikut serta sehingga persaingan semakin kompetitif,” imbuhnya.
Porprov 2026: Panggung Pembuktian Olahraga Baru
Debut soft tenis di Porprov NTB menandai babak baru bagi perkembangan olahraga yang terus tumbuh di Indonesia. Dengan jumlah peserta yang masih terbatas, PESTI NTB optimistis ajang ini menjadi katalis bagi kabupaten/kota lain untuk membentuk kepengurusan dan mengirimkan atlet pada edisi mendatang. Pertandingan perdana ini menjadi panggung pembuktian bahwa soft tenis memiliki masa depan di NTB. (*)