Pencarian

Program Tempah Dedoro di Jempong Baru Mataram Mandek, 60 Titik Pengelolaan Sampah Terkendala Lahan

Rabu, 15 Juli 2026 • 12:47:32 WIB
Program Tempah Dedoro di Jempong Baru Mataram Mandek, 60 Titik Pengelolaan Sampah Terkendala Lahan
Program Tempah Dedoro di Jempong Baru Mataram belum merealisasikan satu pun dari 60 titik pengelolaan sampah karena terkendala lahan.

MATARAM — Lurah Jempong Baru, Fika Wulan Hartati, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada satu pun titik program Tempah Dedoro yang terbangun. Targetnya, setiap lingkungan mendapat lima titik, sehingga total 60 titik untuk 12 lingkungan.

Anggaran Siap, Lahan Belum Jelas

Fika memastikan anggaran program sudah turun ke kelurahan. Namun, eksekusi di lapangan belum berjalan sama sekali karena proses seleksi lokasi yang ketat.

"Saya belum sampai sejauh ini, belum (eksekusi). Anggaran di kelurahan memang semua kelurahan ada, cuma saya belum karena masih cari lokasi yang belum fix," ujar Fika, Rabu (15/7/2026).

Mengapa Pengerjaan Harus Serentak?

Pihak kelurahan memutuskan seluruh titik di 12 lingkungan harus dikerjakan bersamaan. Kebijakan ini diambil agar tidak ada wilayah yang merasa diutamakan atau diabaikan.

"Lokusnya semua lingkungan ada. Satu lingkungan itu lima titik. Saya ada 12 lingkungan, berarti ada 60 titik. Belum ada sama sekali (realisasi) dari 12 lingkungan, karena dia kan harus serempak," tambahnya.

Tiga Lingkungan Perumahan Jadi Prioritas, Fasum Jadi Target Utama

Dari 12 lingkungan, tiga di antaranya berada di kawasan perumahan BTN. Namun, survei dan kesepakatan dengan kepala lingkungan (kaling) belum rampung.

Fika menekankan, fasilitas Tempah Dedoro idealnya ditempatkan di fasilitas umum (fasum) agar bisa dimanfaatkan bersama. Trotoar jalan menjadi pilihan terakhir jika tidak ada lahan lain yang memungkinkan.

Kekhawatiran Soal Keberlanjutan Pengelolaan

Selain urusan lahan, aspek perawatan dan pengawasan pasca-pembangunan juga menjadi perhatian serius. Pihak kelurahan tidak ingin fasilitas yang dibangun justru menimbulkan masalah baru.

"Rata-rata masalah tempat sih. Saya ingin tempat yang bisa dipakai bersama. Dan memang ini sebenarnya harus berkelanjutan, harus ada yang jaga, harus ada yang kelola. Takutnya nanti dibongkar atau malah semuanya dibuang di sana," jelas Fika.

Program Tempah Dedoro merupakan inovasi Pemkot Mataram untuk mengelola sampah dari tingkat kelurahan. Namun, tanpa kepastian lahan dan komitmen pengelolaan dari warga, program ini terancam jalan di tempat. Pihak kelurahan masih menunggu hasil koordinasi dengan kaling untuk menentukan titik-titik yang benar-benar representatif.

Bagikan
Sumber: ntbsatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks