DOMPU — Pemerintah Kabupaten Dompu tidak main-main dalam ajang Porprov NTB XII. Sebanyak 424 atlet, 87 pelatih, 43 ofisial, serta 63 panitia dan tim medis—total 617 orang—telah resmi dilepas untuk bertanding di berbagai cabang olahraga. Bupati Bambang Firdaus menegaskan bahwa keberangkatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan amanah menjaga marwah daerah.
Medali Emas Pertama Sudah Dikantongi
Optimisme tinggi mengiringi langkah kontingen Dompu. Pasalnya, medali emas perdana sudah diraih lebih awal dari cabang catur kilat cepat nomor perorangan atas nama Ardiansyah. Prestasi ini disebut Bupati sebagai suntikan moral bagi atlet lainnya untuk mengikuti jejak senior-senior mereka.
"Dengan semangat dan rasa optimisme para atlet kita ini, insyaallah mereka akan mengikuti senior-seniornya meraih medali emas dan mengharumkan nama daerah Kabupaten Dompu," ujar Bambang Firdaus dalam sambutannya, sebagaimana dikutip dari rilis resmi.
Bukan Sekadar Tamasya, Ini Perjuangan Nama Daerah
Dalam pidatonya, Bupati memberikan wejangan tegas kepada seluruh kontingen. Ia mengingatkan bahwa setiap atlet berangkat atas nama Kabupaten Dompu, bukan perorangan atau kelompok cabang olahraga. Sportivitas dan soliditas tim menjadi syarat mutlak yang ditekankan.
"Saudara-saudara berangkat bukan untuk bertamasya, tetapi untuk berjuang. Kerahkan seluruh kemampuan, semangat, tenaga, dan doa untuk mempertahankan nama baik Kabupaten Dompu yang kita cintai," tegasnya. Bupati juga meminta agar tidak ada kata kalah dalam benak para atlet dan mereka harus bertarung sampai titik keringat penghabisan.
Bonus Puluhan Juta untuk Peraih Medali
Pemerintah Kabupaten Dompu menyiapkan bonus sebagai bentuk apresiasi. Atlet perorangan peraih medali emas akan menerima Rp20 juta, perak Rp10–15 juta, dan perunggu Rp7,5 juta. Untuk nomor beregu, bonus emas mencapai Rp20–25 juta, perak Rp15–20 juta, dan perunggu Rp10–15 juta. Pelatih berprestasi juga mendapat bagian, antara Rp12,5 juta hingga Rp20 juta.
"Nilainya mungkin tidak sebanding dengan jerih payah saudara-saudara. Tetapi ini adalah bentuk apresiasi, penghormatan, dan kebanggaan Pemerintah Kabupaten Dompu kepada para atlet yang berjuang membawa nama daerah," kata Bupati menjelaskan kebijakan tersebut.
Kirab Obor: Simbol Semangat Menuju PON 2028
Acara pelepasan kontingen dirangkaikan dengan penyambutan kirab obor Porprov NTB XII. Obor dibawa rombongan KONI NTB menggunakan sepeda dari Kota Bima menuju Mataram. Setiap kabupaten yang dilalui menjadi titik singgah sebagai simbol persatuan dan sportivitas.
Ir. Ridwansyah dari KONI NTB menyebut Porprov tahun ini punya makna strategis karena menjadi bagian dari persiapan NTB sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. "Pelaksanaan Porprov tahun ini serasa PON. Atlet-atlet yang berprestasi pada Porprov akan dipersiapkan menjadi duta NTB," ujarnya.
Keberangkatan kontingen Dompu dilakukan secara bertahap menyesuaikan jadwal pertandingan masing-masing cabang olahraga. Sebagian atlet bahkan sudah lebih dulu bertanding dan berhasil menyumbang medali emas pertama bagi daerah.