LOMBOK TIMUR — Seorang pendaki asal Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, bernama Hamzanwadi (38), dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami hipotermia saat berada di Bukit Savana Dandaun, Sembalun. Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban dari lokasi pada Minggu (5/7) dini hari pukul 00.50 Wita setelah sebelumnya menerima laporan pada Sabtu malam.
Kronologi Evakuasi: Laporan Masuk Pukul 22.37 Wita
Operasi pencarian dan pertolongan bermula ketika Kantor SAR Mataram menerima laporan pada Sabtu, 4 Juli 2026, pukul 22.37 Wita. Tim Rescue Pos SAR Kayangan langsung diberangkatkan menuju Bukit Savana Dandaun dengan membawa perlengkapan mountaineering dan medis.
"Tim SAR gabungan berhasil menjangkau korban dan mengevakuasinya dari Bukit Savana Dandaun pada Minggu dini hari, pukul 00.50 Wita," kata Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis, di Lombok Timur, Minggu.
Korban Meninggal Setelah Pemeriksaan Medis
Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke Puskesmas Sembalun untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Namun, tim medis yang memeriksa menyatakan bahwa Hamzanwadi telah meninggal dunia. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga pada hari yang sama.
"Korban kami evakuasi ke Puskesmas Sembalun untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga," ujar Darwis.
Unsur yang Terlibat dalam Pencarian
Operasi SAR ini melibatkan tim Rescue Pos SAR Kayangan, Unit SAR Lombok Timur, Polsek Sembalun, Babinsa Sembalun, Damkarmat Lombok Timur, Pengelola Bukit Savana Dandaun, EMHC, Puskesmas Sembalun, serta masyarakat setempat. Setelah korban berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga, operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup.
Imbauan untuk Calon Pendaki
M. Darwis mengimbau masyarakat dan wisatawan yang hendak melakukan pendakian untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan. Hipotermia menjadi salah satu risiko serius di kawasan dataran tinggi seperti Bukit Savana yang berada di kaki Gunung Rinjani.
"Kami mengimbau kepada masyarakat atau wisatawan yang melakukan pendakian agar tetap memperhatikan kesehatan, sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," katanya.