Pencarian

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Gandeng BRIN Atasi Krisis Air Bersih di Lombok Selatan dan Sumbawa, 3 Riset Prioritas Disepakati

Kamis, 18 Juni 2026 • 04:38:01 WIB
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Gandeng BRIN Atasi Krisis Air Bersih di Lombok Selatan dan Sumbawa, 3 Riset Prioritas Disepakati
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bertemu Kepala BRIN Arif Satria untuk membahas riset strategis atasi krisis air bersih.

MATARAM — Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal menemui Kepala BRIN Arif Satria di Jakarta pada 15 Juni 2026 untuk menindaklanjuti kerja sama riset strategis. Pertemuan itu menghasilkan tiga tema prioritas yang akan segera dikaji lapangan oleh tim BRIN.

Apa Saja Tiga Riset Prioritas yang Disepakati NTB dan BRIN?

Pertama, riset sumber daya air nonkonvensional. Pemerintah NTB ingin memanfaatkan teknologi isotop dan citra satelit untuk mengidentifikasi potensi aliran sungai bawah tanah. Wilayah selatan Lombok, termasuk KEK Mandalika, dan selatan Sumbawa disebut Iqbal masih menghadapi keterbatasan sumber air yang serius.

Kedua, pengembangan teknologi budidaya perikanan yang sesuai karakteristik lokal. Meskipun NTB dikenal sebagai salah satu penghasil udang vaname nasional, sektor perikanan budidaya masih didominasi oleh perikanan tangkap. Iqbal mendorong riset sistem bioflok untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Ketiga, hilirisasi pakan ternak. NTB merupakan salah satu penghasil jagung nasional dengan produksi sekitar 2 juta ton per tahun. Pemerintah daerah mengusulkan penelitian pemanfaatan tanaman kelor sebagai alternatif pengganti bungkil kedelai impor dalam formulasi pakan ternak unggas.

Mengapa Kolaborasi Ini Mendesak Dilakukan Sekarang?

Keterbatasan air bersih menjadi penghambat utama investasi di kawasan selatan Lombok dan Sumbawa. KEK Mandalika yang menjadi destinasi wisata super prioritas nasional membutuhkan pasokan air yang andal. Tanpa riset yang tepat, pembangunan infrastruktur di sana berisiko terhambat.

Di sektor peternakan, ketergantungan pada bungkil kedelai impor membuat biaya pakan ternak di NTB fluktuatif. Iqbal menilai pengembangan kelor bisa menjadi solusi sekaligus sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.

Apa Langkah Konkret BRIN Selanjutnya?

Kepala BRIN Arif Satria menyambut baik usulan tersebut dan berjanji menindaklanjutinya dengan kajian lapangan. "Kami siap mendukung pengembangan riset pada tiga tema prioritas yang disampaikan Pemerintah Provinsi NTB. Kami segera melakukan koordinasi dan kunjungan lapangan untuk menyiapkan langkah tindak lanjut yang terukur," kata Arif dalam keterangan resmi.

BRIN akan menyusun program jangka pendek, menengah, dan panjang sesuai kebutuhan daerah. Kunjungan lapangan ke lokasi-lokasi prioritas direncanakan dalam waktu dekat.

Kaitan Riset Ini dengan Program Desa Berdaya

Gubernur Iqbal menegaskan bahwa dukungan riset dari BRIN akan memperkuat program strategis daerah, termasuk Desa Berdaya yang saat ini berjalan di 106 desa. Hasil riset air bersih, perikanan, dan pakan ternak diharapkan bisa langsung diimplementasikan di desa-desa tersebut.

"Dukungan riset dari BRIN dapat memperkuat pelaksanaan berbagai program strategis daerah, termasuk program Desa Berdaya yang saat ini dijalankan di 106 desa," ujar Iqbal.

Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks