SELONG — Pawai ta’aruf yang menjadi pembuka Festival Muharam di Lombok Timur berlangsung meriah, Senin (15/6). Barisan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab ikut serta, ditambah parade dulang tembolak beak sebanyak 1.448 buah yang menjadi daya tarik tersendiri.
Artis Nasional Ramaikan Panggung Hiburan
Sepanjang festival yang berlangsung 15 hingga 21 Juni, panitia menghadirkan Band Gigi, Bams, serta sejumlah musisi lokal. Kehadiran mereka disebut sebagai bagian dari syiar dan hiburan masyarakat, bukan sekadar atraksi panggung biasa.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menegaskan bahwa festival ini dirancang untuk menyemarakkan 1 Muharam sekaligus mengingatkan masyarakat akan nilai-nilai keislaman. “Agar masyarakat juga tahu bahwa 1 Muharram ini harus kita semarakkan, untuk mengingatkan,” ujarnya.
Rangkaian Kegiatan: Dari Doa Akhir Tahun hingga Pameran UMKM
Usai pawai, kegiatan dilanjutkan dengan doa akhir dan awal tahun di Masjid Agung Al-Mujahidin Selong, lalu pengajian Muharam. Selama sepekan, pengunjung juga bisa mengikuti lomba seni Islami dan berbelanja di pameran UMKM yang digelar di lokasi.
Warisin menambahkan, festival ini tidak hanya soal hiburan, tetapi juga sarana pelestarian adat dan budaya serta penggerak ekonomi masyarakat. “Festival I Muharam ini juga merupakan bagian silaturahmi dan penguatan iman di awal tahun baru Islam,” tandasnya.
Mengapa Pemda Rutin Gelar Festival Ini Setiap Tahun?
Pemkab Lombok Timur berkomitmen menggaungkan nilai-nilai keislaman melalui Festival Muharam secara tahunan. Menurut Warisin, momentum awal tahun Hijriah harus dimanfaatkan untuk memperkuat iman dan kebersamaan warga, bukan sekadar seremoni.
Parade dulang tembolak beak yang melibatkan 1.448 dulang menjadi simbol partisipasi masyarakat dan aparatur daerah. Angka tersebut sengaja dipilih untuk merepresentasikan tahun Hijriah yang sedang berlangsung.