Pencarian

Gojek dan Halodoc Integrasi Layanan, Klaim Distribusi Obat 60% Lebih Cepat dari Cara Konvensional

Rabu, 03 Juni 2026 • 00:21:01 WIB
Gojek dan Halodoc Integrasi Layanan, Klaim Distribusi Obat 60% Lebih Cepat dari Cara Konvensional
Gojek dan Halodoc luncurkan layanan terintegrasi GoMed untuk distribusi obat lebih cepat.

NUSA TENGGARA BARAT — Bagi pengguna baru, alurnya dimulai dengan membuka aplikasi Gojek dan memilih ikon palang medis bertuliskan GoMed. Jika tidak langsung terlihat, tombol "More" atau "Lainnya" bisa diklik untuk menemukan daftar layanan lengkap. Setelah masuk, pengguna akan diarahkan ke antarmuka yang terintegrasi dengan sistem Halodoc.

Di dalam platform, pengguna bisa memilih jenis kebutuhan: obat bebas (lingkaran hijau) yang bisa dibeli tanpa resep, obat bebas terbatas (lingkaran biru), atau obat keras (lingkaran merah/K) yang membutuhkan unggahan foto resep dokter valid. Sistem GPS akan mendeteksi lokasi dan mencarikan apotek mitra terdekat—seperti Kimia Farma, Century, Guardian, atau apotek lokal berizin—untuk meminimalkan ongkos kirim dan memastikan obat sampai dalam waktu kurang dari 60 menit.

Pembayaran bisa dilakukan lewat GoPay, PayLater, atau kartu kredit/debit. Setelah terverifikasi, pesanan diteruskan ke mitra pengemudi yang akan menjemput obat di apotek terkait.

Keamanan Farmasi Digital Jadi Prioritas

Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), peredaran obat palsu di pasar gelap digital menjadi ancaman serius. Gojek mengklaim layanan GoMed melindungi konsumen dari risiko tersebut karena rantai pasoknya terpantau secara digital. Pesanan dikirim langsung dari apotek fisik yang legal ke tangan konsumen tanpa perantara pihak ketiga yang tidak terverifikasi.

Semua apotek mitra wajib memiliki Surat Izin Apotek (SIA) dan Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA). Kemasan obat biasanya disegel rapat dan tertutup untuk menjaga kerahasiaan kondisi medis pengguna. Riwayat transaksi juga tersimpan, memudahkan pengguna memantau penggunaan obat di masa lalu untuk konsultasi dokter di kemudian hari.

Aturan Resep Digital dan Unggah Resep

Salah satu kendala yang sering ditemui pengguna adalah saat harus membeli obat keras. Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) mewajibkan penggunaan resep untuk obat-obat tertentu guna mencegah penyalahgunaan obat dan resistensi antibiotik. Pengguna bisa mengunggah foto resep dari dokter langsung di platform, atau menggunakan hasil konsultasi daring yang dilakukan di Halodoc.

Bagikan
Sumber: mawar#4193

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks