NUSA TENGGARA BARAT — Kepala BPBD Provinsi NTB bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, ia menekankan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana di daerah.
Nilai Pancasila dalam Tugas Kemanusiaan
Upacara ini bukan sekadar seremonial tahunan. BPBD NTB menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai pengingat bahwa setiap aksi tanggap darurat dan mitigasi bencana harus berlandaskan gotong royong dan kemanusiaan yang adil dan beradab.
“Pancasila adalah jiwa kami dalam melayani masyarakat, terutama saat bencana melanda. Semangat persatuan dan keadilan sosial harus tercermin dalam setiap langkah operasional kami,” ujar Kepala BPBD NTB dalam sambutannya.
Petugas BPBD Ikuti Prosesi dengan Khidmat
Ratusan personel BPBD NTB mengikuti jalannya upacara dari awal hingga akhir. Mereka mengenakan seragam dinas lapangan, mencerminkan kesiapsiagaan meski sedang mengikuti kegiatan peringatan. Prosesi pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya berlangsung lancar.
Seluruh rangkaian upacara selesai dalam waktu sekitar satu jam. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan arahan teknis singkat dari pimpinan.
Komitmen BPBD NTB Sepanjang 2026
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi penanda komitmen BPBD NTB untuk terus meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana. Sepanjang 2026, BPBD NTB telah menyusun sejumlah program mitigasi di wilayah rawan gempa dan banjir di Pulau Lombok dan Sumbawa.
Dengan semangat Pancasila, BPBD NTB bertekad memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta relawan kebencanaan di seluruh NTB.