MATARAM — Manajemen Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah mengadopsi sejumlah standar teknis penyelenggaraan balapan kelas dunia yang diterapkan di Italia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas trek dan keselamatan balapan, terutama setelah evaluasi penyelenggaraan World Superbike (WSBK) beberapa waktu lalu.
Proses adopsi teknis ini melibatkan kajian langsung dari konsultan internasional yang berpengalaman menangani sirkuit di Eropa. Penerapannya diyakini akan membuat Sirkuit Mandalika semakin kompetitif di mata penyelenggara balap internasional.
Tikungan Supercepat hingga Zona Run-Off yang Diperlebar
Beberapa aspek teknis yang diadopsi dari Italia antara lain profil ulang beberapa tikungan untuk memungkinkan kecepatan lebih tinggi. Zona run-off di area tertentu juga diperlebar untuk mengantisipasi insiden kecepatan tinggi.
Selain itu, sistem drainase dan daya rekat aspal menjadi perhatian utama. Aspal di beberapa titik akan digiling dan dilapis ulang dengan komposisi yang sudah teruji di sirkuit Italia seperti Mugello dan Misano untuk memastikan performa optimal saat hujan.
Standar Keselamatan untuk Kru dan Mekanik
Adopsi teknis tidak hanya soal lintasan. Standar operasional prosedur (SOP) untuk pit exit, area paddock, hingga jalur evakuasi darurat juga mengadopsi regulasi ketat ala Italia. Hal ini untuk memastikan keselamatan kru dan mekanik saat balapan berlangsung.
Manajemen Sirkuit Mandalika menyebut bahwa penerapan standar ini sudah mulai dilakukan secara bertahap. Proyek peningkatan ini ditargetkan rampung sebelum kalender balapan internasional berikutnya.
Fakta Singkat: Upgrade Teknis Sirkuit Mandalika
- Profil ulang tikungan untuk kecepatan lebih tinggi.
- Perluasan zona run-off di titik rawan kecelakaan.
- Pelapisan ulang aspal dengan komposisi ala sirkuit Italia.
- Peningkatan sistem drainase lintasan.
- Pembaruan SOP keselamatan di area pit dan paddock.
Dengan adopsi teknis ini, Sirkuit Mandalika diharapkan tidak hanya memenuhi standar FIM (Federation Internationale de Motocyclisme), tetapi juga memberikan pengalaman balap yang lebih baik bagi pembalap dan penonton. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi balap kelas dunia di Asia Tenggara.