PRAYA — PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) menjamin pasokan listrik tetap prima tanpa kedip selama pelaksanaan hari kedua ajang balap internasional GT World Challenge Asia di Sirkuit Mandalika. Seluruh sistem kelistrikan di kawasan sirkuit hingga area penunjang dilaporkan beroperasi normal tanpa gangguan teknis sedikit pun.
Kondisi stabil ini menjadi kunci kelancaran rangkaian agenda balap, mulai dari sesi latihan bebas (practice), kualifikasi, hingga balapan utama (race). Tercatat puluhan pembalap mancanegara memacu kendaraan mereka di lintasan sepanjang 4,3 kilometer tersebut dengan dukungan infrastruktur digital dan broadcasting yang sepenuhnya bergantung pada suplai listrik.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keandalan listrik pada hari kedua ini merupakan bagian dari komitmen besar mendukung sport tourism di NTB. Kawasan The Mandalika kini semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi balap kelas dunia yang membutuhkan standar operasional tinggi.
“PLN hadir dengan kesiapan penuh untuk memastikan seluruh kebutuhan kelistrikan selama pelaksanaan GT World Challenge terpenuhi secara andal dan tanpa kedip. Keberhasilan menjaga sistem tetap prima pada hari kedua ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel siaga yang melakukan pengawasan intensif sejak sebelum event berlangsung,” ujar Sri Heny Purwanti.
Skema Pengamanan Berlapis dan Personel Siaga 24 Jam
Untuk mengawal ajang bergengsi ini, PLN menerapkan skema pengamanan listrik berlapis. Infrastruktur pendukung seperti uninterruptible power supply (UPS), genset cadangan, hingga unit Gardu Bergerak (UGB) telah ditempatkan di titik-titik krusial guna mengantisipasi segala kemungkinan gangguan secara otomatis.
Ratusan personel teknis disiagakan selama 24 jam penuh di sejumlah posko strategis di sekitar sirkuit. Mereka dibekali dengan sistem kontrol digital yang memungkinkan pemantauan beban listrik secara real-time. Pengawasan ini dilakukan secara presisi untuk memastikan tidak ada fluktuasi tegangan yang dapat mengganggu perangkat sensitif di area paddock maupun media center.
Sri Heny menambahkan, pengawasan intensif ini sudah dilakukan jauh sebelum bendera start dikibarkan. Koordinasi dengan penyelenggara balapan terus diperkuat agar kebutuhan daya untuk peralatan timing, komunikasi tim, hingga sistem pencahayaan terpenuhi sesuai standar federasi balap internasional.
Fitra Eri Puji Keandalan Infrastruktur Listrik Mandalika
Kesiapan PLN di lapangan mendapat pengakuan langsung dari Fitra Eri, pembalap profesional sekaligus pengamat otomotif nasional. Saat menyaksikan jalannya balapan di Mandalika, Fitra menyoroti betapa krusialnya stabilitas listrik bagi operasional motorsport modern yang serba digital.
“Ajang sekelas GT World Challenge menuntut standar operasional yang sangat tinggi, termasuk dari sisi kelistrikan. Saya melihat kesiapan PLN di Mandalika sangat baik. Sistem berjalan mulus, seluruh perangkat timing, komunikasi, paddock, hingga fasilitas pendukung race dapat beroperasi tanpa kendala. Ini menunjukkan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah event balap kelas dunia,” ungkap Fitra Eri.
Menurut Fitra, gangguan listrik sekecil apa pun dapat berdampak fatal pada akurasi data balap dan sistem penyiaran global. Kehadiran listrik yang tanpa jeda memastikan atmosfer kompetisi tetap terjaga, baik bagi pembalap yang berlaga maupun ribuan penonton yang memadati tribun sirkuit.
Dukungan Penuh untuk Ekosistem Sport Tourism NTB
Stabilitas pasokan listrik ini terbukti mampu menopang tingginya aktivitas di area paddock, media center, hingga fasilitas hospitality yang dipadati tamu VIP. Seluruh perangkat digital dan sistem broadcasting internasional dapat beroperasi maksimal berkat suplai daya yang terjaga konsistensinya sepanjang hari.
Pihak PLN UIW NTB menegaskan komitmennya untuk terus mempertahankan performa sistem ini hingga seluruh rangkaian GT World Challenge Asia selesai digelar. Keberhasilan pengamanan kelistrikan di Mandalika menjadi bukti nyata kesiapan infrastruktur daerah dalam menyambut ajang motorsport bergengsi lainnya di masa depan.
Langkah ini diharapkan semakin memperkuat citra Nusa Tenggara Barat sebagai episentrum sport tourism di kawasan Asia. PLN memastikan pengawalan sistem kelistrikan akan tetap dilakukan secara ketat hingga seluruh logistik dan tim balap meninggalkan kawasan Mandalika.