Pemerintah Kota Bima melakukan terobosan dalam pelayanan haji tahun ini dengan memfasilitasi pemberangkatan jamaah menggunakan pesawat dari Bandara Sultan Muhammad Salahuddin menuju Lombok. Kebijakan ini menggantikan rute darat menggunakan bus yang biasanya memakan waktu belasan jam.
Rabu pagi (6/5/2026), sebanyak 60 Jamaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam kloter 13 dilepas secara resmi. Isak tangis haru dari ratusan keluarga pecah saat bus yang membawa jamaah mulai meninggalkan halaman Kantor Wali Kota Bima menuju bandara.
Prioritas Layanan: Jamaah Bima Kini Gunakan Transportasi Udara
Kabag Kesra Setda Kota Bima, Sirajuddin, menegaskan bahwa perubahan moda transportasi ini merupakan komitmen pemerintah untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi para tamu Allah. Menurutnya, perjalanan udara akan sangat membantu jamaah menjaga kondisi fisik sebelum terbang ke Tanah Suci.
“Meski ada efisiensi anggaran, kami tetap berkomitmen melayani jamaah haji. Bahkan, kami mengupayakan keberangkatan menggunakan pesawat dari Bima ke Lombok, tidak lagi menggunakan bus,” ungkap Sirajuddin saat melepas rombongan.
Sirajuddin menambahkan bahwa pelayanan ini adalah bentuk "pelayanan iman" dari pemerintah kepada masyarakat. Ia meyakini dukungan anggaran daerah untuk kelancaran ibadah haji akan membawa keberkahan bagi Kota Bima, terutama melalui doa-doa yang dipanjatkan jamaah di depan Ka'bah.
Update Kondisi Kesehatan dan Jadwal Keberangkatan Kloter
Kasi Bina dan Pelayanan Kemenag Kota Bima, Saifudin, merinci bahwa total JCH asal Kota Bima tahun ini mencapai 221 orang. Seluruh jamaah terbagi dalam dua kelompok terbang, yakni kloter 11 dan kloter 13.
Setelah pemberangkatan 60 orang pada Rabu pagi, masih terdapat 44 jamaah lainnya yang dijadwalkan menyusul pada Kamis pagi (7/5/2026). Saifudin menjelaskan ada sedikit pergeseran teknis terkait jumlah jamaah yang berangkat dari Bima.
“Yang berangkat Kamis pagi sebenarnya 45 orang, namun satu orang sudah lebih dulu menunggu di Mataram,” jelas Saifudin di Masjid Nur Latif Pemkot Bima.
Mengenai kondisi kesehatan, secara umum seluruh jamaah dalam keadaan bugar. Namun, satu jamaah dari kloter 11 yang telah berangkat lebih dulu pada Senin (4/5/2026) dilaporkan masih menjalani perawatan medis di Mataram. Tim kesehatan terus memantau perkembangan jamaah tersebut agar bisa segera bergabung dengan rombongan menuju Arab Saudi.
Pesan Wali Kota: Doakan Keberkahan untuk Daerah
Selain memastikan aspek teknis dan logistik, Pemerintah Kota Bima menitipkan pesan khusus kepada para jamaah. Sirajuddin meminta agar para jamaah tidak hanya fokus pada ibadah personal, tetapi juga mendoakan kesejahteraan daerah asal mereka.
“Pesan dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota, jangan lupa doakan Kota Bima di Tanah Suci,” tutupnya.
Pihak Pemkot juga mengimbau agar jamaah terus mematuhi arahan petugas kloter dan menjaga pola makan selama masa tunggu di embarkasi maupun saat sudah berada di Tanah Suci nanti.