LOMBOK TENGAH — Keluhan itu muncul dalam agenda reses anggota legislatif provinsi di Desa Darmaji. Warga yang sebelumnya tercatat pada Desil 1 melaporkan peringkatnya berubah menjadi Desil 6. Ada pula yang naik dari Desil 3 ke Desil 7, bahkan dari Desil 4 ke Desil 8.
Lonjakan kategori tersebut membuat sejumlah keluarga tidak lagi masuk daftar penerima bantuan. Dampaknya dirasakan langsung saat warga berobat ke puskesmas atau rumah sakit.
Salah seorang warga menyampaikan keluhannya langsung di hadapan Yek Agil. Ia menyebut banyak keluarga di Desa Darmaji kehilangan bantuan pendidikan dan kesehatan akibat perubahan desil.
"Banyak warga Desa Darmaji yang tidak mendapatkan bantuan pendidikan dan bantuan kesehatan. Ini menjadi persoalan sosial. Saat warga berobat ke puskesmas atau rumah sakit, mereka tidak mendapatkan bantuan karena desilnya sudah naik, padahal kondisi ekonomi mereka masih membutuhkan bantuan," ujar warga tersebut dalam kegiatan reses.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera asal Lombok Tengah itu menilai perubahan data desil telah memunculkan persoalan baru. Menurutnya, warga yang secara ekonomi masih tergolong tidak mampu justru tergerus dari kategori penerima bantuan.
"Perubahan desil ini membuat masalah. Banyak masyarakat yang tidak mampu justru tidak masuk dalam kategori penerima bantuan. Termasuk bagaimana tindak lanjut DTSEN terhadap masyarakat ekonomi menengah. Jika tidak ada program yang menyentuh dan memberikan perlindungan kepada mereka, bisa saja kondisi ekonominya semakin turun dan akhirnya masuk kategori masyarakat miskin," kata Yek Agil.
Kepala Desa Darmaji Suhaedi menjelaskan, perubahan kategori desil berkaitan dengan proses pendataan lewat sensus yang digelar setiap lima tahun sekali. Seluruh jenis bantuan pemerintah, baik bantuan pangan maupun Bantuan Langsung Tunai, mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Perubahan desil berasal dari sensus yang dilakukan lima tahun sekali. Penerima segala jenis bantuan, baik bantuan pangan maupun BLT, semuanya berasal dari DTSEN," jelas Suhaedi.
Ia menyebut sejumlah faktor yang dapat memengaruhi penilaian desil warga. Di antaranya aktivitas judi online, pinjaman online, penggunaan pinjaman bank komersial di luar skema KUR, pinjaman kartu kredit, hingga fasilitas pembayaran paylater.
Perubahan data sosial ekonomi itu berpengaruh pada akses warga terhadap program perlindungan sosial. Keluarga yang masih membutuhkan bantuan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar menjadi pihak paling terdampak.
Reses sendiri menjadi agenda anggota DPRD untuk turun langsung ke daerah pemilihan. Aspirasi yang dicatat di Desa Darmaji diharapkan diperjuangkan lewat lembaga legislatif agar ditindaklanjuti pemerintah melalui kebijakan yang tepat sasaran.