LOMBOK TIMUR — Plt Ketua IGI Lombok Timur Karmilawati menyatakan pihaknya selalu berkoordinasi dengan IGI Provinsi hingga pusat untuk memberikan ruang dan menyelesaikan berbagai permasalahan para guru. Koordinasi itu mencakup persoalan status kepegawaian hingga kesejahteraan.
IGI Lombok Timur tengah mengawal wacana pemerintah pusat untuk meningkatkan status guru PPPK paro waktu menjadi penuh waktu. Organisasi ini menyatakan siap mendampingi para guru selama proses transisi berlangsung.
"Kita mendapatkan informasi bahwa PPPK paro waktu akan dijadikan PPPK penuh waktu, InsyaAllah IGI siap untuk membersamai Bapak Ibu guru PPPK paro waktu dalam proses transisi ini, termasuk juga memperjuangkan guru kita yang belum mendapatkan status," kata Karmilawati seusai pembukaan Musdalub, Sabtu (31/10).
Selain soal PPPK, IGI Lombok Timur menyoroti guru-guru yang belum memiliki kejelasan status. Karmilawati menyebut organisasi selalu hadir mencari solusi atas persoalan yang dihadapi para guru, terutama terkait kesejahteraan.
Musdalub digelar untuk memastikan roda kepemimpinan IGI Lombok Timur terus berjalan. Pengurus baru diharapkan membawa organisasi ini memberi dampak positif bagi mutu dan kualitas pendidikan di Lombok Timur.
Kegiatan tersebut dibuka secara umum agar organisasi guru lain dapat melihat kondisi IGI. Menurut Karmilawati, kolaborasi antarkelompok guru diperlukan untuk memajukan pendidikan.
"Kegiatan ini juga kami buka secara umum, supaya organisasi guru yang lain juga mampu melihat kondisi IGI, sehingga kita bisa bergerak bersama. Total anggota kita sekitar 600 lebih, dari guru SD-SMA," ujarnya.
Di Lombok Timur, organisasi guru memang tidak tunggal. Selain IGI, ada sejumlah organisasi lain yang diharapkan berjalan bersama meningkatkan mutu pendidikan.