Tujuh PAC Dukung Achmad Suparman Jadi Ketua DPC PPP Lombok Barat, DPP dan DPW Diminta Tak Memenangkan yang Kalah

Penulis: Okta Nugraha  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:36:07 WIB
Tujuh PAC mendukung Achmad Suparman sebagai Ketua DPC PPP Lombok Barat dalam Muscab.

GIRI MENANG — Perolehan suara PAC pada Muscab PPP Lombok Barat menunjukkan kemenangan telak Achmad Suparman. Ia didukung tujuh Pimpinan Anak Cabang, sementara kandidat lainnya, Muhali, hanya mengantongi dukungan tiga PAC. Namun, beredar informasi bahwa Muhali justru akan ditetapkan sebagai Ketua DPC melalui SK DPP.

Mantan Ketua DPC PPP Lobar yang kini menjadi pengurus DPW PPP, H.M. Ruslan, menyayangkan situasi ini. Ia telah berkonsultasi langsung ke DPP dan bertemu dengan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PPP, Idris, yang juga formatur untuk NTB.

“Kami mohon ke beliau, agar yang menang dimenangkan, yang kalah dikalahkan, jangan ini memenangkan yang kalah. Dan Achmad Suparman menang suara PAC dengan dukungan jauh sekali, tujuh banding tiga,” tegas Ruslan, Rabu (20/5/2026).

Kekhawatiran Kemunduran Partai di Pileg Mendatang

Menurut Ruslan, jika DPP tetap mengeluarkan SK untuk kandidat yang kalah suara, internal partai akan terpecah. Ia khawatir persepsi masyarakat terhadap PPP semakin jatuh, terutama menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Ruslan mengingatkan bahwa selama sepuluh tahun memimpin DPC, ia berhasil meningkatkan perolehan kursi PPP di DPRD Lobar dari tiga menjadi lima kursi. Ia menilai, prestasi ini harus dipertahankan dengan memilih pemimpin yang mendapat restu dari arus bawah partai.

Tudingan Kecurangan dan Skenario Deadlock

Ketua PAC PPP Kecamatan Kediri, Maksum, mengklaim sejumlah PAC menyatakan kekecewaan dan melayangkan protes keras terhadap pimpinan sidang muscab. Mereka menilai forum musyawarah sengaja diarahkan menuju jalan buntu atau deadlock demi kepentingan kelompok tertentu.

Maksum menduga ada kejanggalan dalam pelaksanaan sidang pleno. Mulai dari indikasi pimpinan sidang yang sengaja membuat skenario kebuntuan, hingga dugaan campur tangan oknum Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP NTB yang melibatkan panitia.

Ia menegaskan, berdasarkan AD/ART PPP, jika musyawarah mufakat untuk memilih tim formatur tidak mencapai titik temu, pimpinan sidang wajib melanjutkan ke pemungutan suara atau voting. Namun, alih-alih membuka opsi itu, sidang justru ditutup secara sepihak.

Fakta Singkat Polemik Muscab PPP Lobar

  • Dukungan PAC: Achmad Suparman didukung 7 PAC, Muhali didukung 3 PAC.
  • Desakan: Mantan Ketua DPC H.M. Ruslan meminta DPP dan DPW objektif dan menetapkan pemenang muscab.
  • Kekhawatiran: Jika SK diberikan pada yang kalah, PPP Lobar terancam pecah dan kehilangan kepercayaan publik.
  • Protes PAC: Sejumlah PAC menuding pimpinan sidang sengaja membuat kebuntuan dan menutup forum tanpa voting.

Ruslan berharap DPP tetap pada komitmen awal yang disampaikan Wasekjen Idris, bahwa partai akan memperjuangkan kandidat yang menang dalam muscab. Ia menekankan bahwa keputusan ini menyangkut masa depan partai dan suara kader di tingkat kecamatan.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top