GIRI MENANG — Perolehan suara PAC pada Muscab PPP Lombok Barat menunjukkan kemenangan telak Achmad Suparman. Ia didukung tujuh Pimpinan Anak Cabang, sementara kandidat lainnya, Muhali, hanya mengantongi dukungan tiga PAC. Namun, beredar informasi bahwa Muhali justru akan ditetapkan sebagai Ketua DPC melalui SK DPP.
Mantan Ketua DPC PPP Lobar yang kini menjadi pengurus DPW PPP, H.M. Ruslan, menyayangkan situasi ini. Ia telah berkonsultasi langsung ke DPP dan bertemu dengan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PPP, Idris, yang juga formatur untuk NTB.
“Kami mohon ke beliau, agar yang menang dimenangkan, yang kalah dikalahkan, jangan ini memenangkan yang kalah. Dan Achmad Suparman menang suara PAC dengan dukungan jauh sekali, tujuh banding tiga,” tegas Ruslan, Rabu (20/5/2026).
Menurut Ruslan, jika DPP tetap mengeluarkan SK untuk kandidat yang kalah suara, internal partai akan terpecah. Ia khawatir persepsi masyarakat terhadap PPP semakin jatuh, terutama menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.
Ruslan mengingatkan bahwa selama sepuluh tahun memimpin DPC, ia berhasil meningkatkan perolehan kursi PPP di DPRD Lobar dari tiga menjadi lima kursi. Ia menilai, prestasi ini harus dipertahankan dengan memilih pemimpin yang mendapat restu dari arus bawah partai.
Ketua PAC PPP Kecamatan Kediri, Maksum, mengklaim sejumlah PAC menyatakan kekecewaan dan melayangkan protes keras terhadap pimpinan sidang muscab. Mereka menilai forum musyawarah sengaja diarahkan menuju jalan buntu atau deadlock demi kepentingan kelompok tertentu.
Maksum menduga ada kejanggalan dalam pelaksanaan sidang pleno. Mulai dari indikasi pimpinan sidang yang sengaja membuat skenario kebuntuan, hingga dugaan campur tangan oknum Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP NTB yang melibatkan panitia.
Ia menegaskan, berdasarkan AD/ART PPP, jika musyawarah mufakat untuk memilih tim formatur tidak mencapai titik temu, pimpinan sidang wajib melanjutkan ke pemungutan suara atau voting. Namun, alih-alih membuka opsi itu, sidang justru ditutup secara sepihak.
Ruslan berharap DPP tetap pada komitmen awal yang disampaikan Wasekjen Idris, bahwa partai akan memperjuangkan kandidat yang menang dalam muscab. Ia menekankan bahwa keputusan ini menyangkut masa depan partai dan suara kader di tingkat kecamatan.