MATARAM — Selama ini, kopi asal Nusa Tenggara Barat identik dengan single origin yang sudah mendunia. Namun, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal ingin mengubah paradigma tersebut dengan mendorong lahirnya racikan baru yang memadukan kekuatan dua pulau.
“Selama ini NTB banyak menjual kopi-kopi sebagai single origin. Harapan saya di masa mendatang ada yang berani blended coffee,” ujar Iqbal saat menghadiri acara Karya Kreatif NTB di Epicentrum Mall, Mataram, Jumat.
Iqbal menjelaskan bahwa kopi arabika unggulan NTB berasal dari kawasan Sembalun dan Sajang di Lombok. Biji kopi ini ditanam di lereng Gunung Rinjani pada ketinggian 800 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut, memberikan cita rasa nutty dan fruity yang khas dari tanah vulkanik.
Sementara itu, kopi robusta tersohor berasal dari Tepal dan Tambora di Pulau Sumbawa. Karakternya yang bold dan kuat disebut Iqbal bisa menjadi pasangan ideal untuk menciptakan keseimbangan rasa.
“Rasa nutty dan fruity bisa diambil dari arabika Sembalun, tapi rasa bold bisa diambil dari robusta (Sumbawa),” ucap dia yang gemar menyeduh kopi dengan metode cold drip.
Pemerintah NTB tidak hanya memberikan tantangan, tetapi juga jaminan perlindungan hukum bagi inovasi para barista. Iqbal menawarkan bantuan pengurusan hak kekayaan intelektual dari Kementerian Hukum bagi siapa pun yang berhasil menemukan racikan kopi campuran yang unik dan bernilai jual.
“Racikan kopi campuran bisa jadi pelajaran yang bagus bagi Provinsi NTB supaya Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok semakin rekat bukan hanya dalam aspek budaya, tapi juga ke dalam kopi,” pungkas Iqbal.
Langkah ini dinilai strategis mengingat potensi perkebunan kopi NTB yang besar. Berdasarkan data BPS tahun 2024, luas perkebunan kopi di provinsi ini mencapai 14.038 hektare dengan total produksi 6.460 ton. Kabupaten Sumbawa menjadi daerah dengan lahan kopi terluas, yakni 4.789 hektare, disusul Lombok Timur dan Kabupaten Bima.
Tantangan Gubernur ini bertepatan dengan gelaran Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KKNtB) 2026 yang akan digelar pada 15–17 Mei 2026 di Lombok Epicentrum Mall. Acara tahunan yang digagas Bank Indonesia NTB ini mengusung tema Harmoni Kreatif Sasambo dan menjadi etalase bagi produk UMKM lokal.
Dalam rangkaian acara tersebut, akan ada sesi spesial bertajuk Bicara Kopi bersama Muhammad Aga, World Espresso Champion 2025. Sesi ini diharapkan menjadi momentum bagi para barista NTB untuk berdiskusi dan belajar langsung dari juara dunia.
Selain itu, pengunjung juga bisa menyaksikan Fun Barista Competition kategori manual brew pada hari kedua. Sejumlah coffee shop lokal seperti Rota, Kinta, Acibara, Harmos, Pinkot, dan Ace akan turut meramaikan ajang ini dengan menyajikan kreasi kopi khas NTB.