Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali terperosok ke level psikologis Rp17.395 per dolar AS. Pelemahan ini langsung terpantau di kurs jual empat bank utama Tanah Air, yakni BCA, BRI, Mandiri, dan BNI, yang menjadi acuan transaksi masyarakat.
JAKARTA — Rupiah kembali tertekan dan menyentuh level Rp17.395 per dolar AS, menandai pelemahan signifikan dalam sepekan terakhir. Posisi ini menjadi yang terlemah dalam beberapa bulan dan langsung berdampak pada kurs transaksi di perbankan nasional.
Data kurs yang dirilis perbankan menunjukkan, seluruh bank BUMN dan swasta kompak menaikkan harga jual dolar AS. Kondisi ini membuat warga yang hendak menukar rupiah atau membayar transaksi luar negeri harus merogoh kocek lebih dalam.
Berdasarkan pantauan terbaru, kurs jual dolar AS di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI berada di kisaran yang nyaris seragam. Berikut rinciannya:
Pelemahan rupiah ini langsung terasa bagi sejumlah kalangan. Masyarakat yang memiliki rencana liburan ke luar negeri, membayar kuliah anak di luar negeri, atau bertransaksi impor barang harus mengeluarkan biaya lebih besar.
Selisih kurs jual dan kurs beli di masing-masing bank juga menjadi perhatian. Selisih ini menentukan keuntungan bank dari transaksi valuta asing dan menjadi biaya yang harus ditanggung nasabah.
Bagi warga yang hendak menukar uang atau mentransfer dolar, disarankan untuk membandingkan kurs antar bank. Selisih Rp10 hingga Rp15 per dolar dari total transaksi bisa berarti nominal besar, terutama untuk jumlah di atas ribuan dolar.
Nasabah juga bisa memanfaatkan fitur kurs spesial atau transaksi online yang kerap menawarkan harga lebih kompetitif dibandingkan teller di kantor cabang. Pemantauan kurs secara berkala tetap menjadi langkah bijak di tengah volatilitas nilai tukar yang tinggi.