MATARAM — AMSI Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan Konferensi Wilayah (Konferwil) III sebagai langkah krusial menjaga keberlangsungan industri media lokal di Bumi Gora. Ajang ini menjadi ruang bagi para pengelola media siber untuk merumuskan strategi bertahan di tengah dominasi platform global dan disrupsi digital.
Ketua AMSI NTB Hans Bahanan menjelaskan bahwa tema "Media Butuh Gizi" merupakan respons nyata atas tekanan berat yang dihadapi industri media saat ini. Menurutnya, media memerlukan "nutrisi" berupa model bisnis yang berkelanjutan dan regulasi yang adil agar tetap kompetitif.
"Media saat ini membutuhkan ‘nutrisi’ agar bisa terus bertahan dan tumbuh sehat. Nutrisi yang dimaksud adalah model bisnis yang berkelanjutan, regulasi yang adil, serta kemampuan adaptasi terhadap teknologi seperti Artificial Intelligence (AI)," ujar Hans di sela rapat pembentukan panitia.
Hans menekankan bahwa tanpa dukungan ekosistem yang sehat, perusahaan pers akan kesulitan menjalankan fungsinya sebagai pilar demokrasi yang independen. Ketersediaan gizi yang cukup bagi perusahaan media menjadi syarat mutlak dalam memproduksi jurnalisme berkualitas.
Kehadiran teknologi kecerdasan buatan atau AI dipandang sebagai tantangan ganda bagi ruang redaksi. Di satu sisi, AI mempermudah proses produksi konten, namun di sisi lain mengancam orisinalitas dan standar etika jika tidak disikapi dengan bijak oleh pemilik media.
AMSI NTB mendorong para anggotanya untuk meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi tanpa mengabaikan prinsip dasar jurnalistik. Hal ini menjadi salah satu poin utama yang akan dibahas dalam pertemuan besar para pemilik media siber di wilayah tersebut.
Ketua Panitia Konferwil III AMSI NTB Hery Mahardika menyatakan persiapan teknis gelaran ini sudah mulai dimatangkan. Selain agenda rutin pemilihan ketua periode mendatang, forum ini akan menitikberatkan pada penguatan kapasitas bisnis anggota.
"Kami ingin Konferwil ke-III ini menjadi momentum titik balik bagi kawan-kawan pengelola media di NTB. Selain agenda rutin pemilihan ketua, kami juga merancang forum diskusi yang membahas strategi monetisasi konten," jelas Hery.
Hery yang juga menjabat Kabiro NTB Times Indonesia berharap kegiatan ini mampu menyatukan visi para pengelola media dalam menghadapi perubahan algoritma platform digital yang semakin kompleks. Panitia menargetkan pelaksanaan acara pada Juli mendatang.
Berdasarkan rencana kerja organisasi, Konferwil III akan dihadiri oleh pengurus pusat AMSI serta berbagai pemangku kepentingan di NTB. Agenda utama meliputi:
Persiapan intensif dilakukan selama dua bulan ke depan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan khidmat. AMSI NTB optimistis dapat menciptakan standar baru bagi industri media siber lokal agar lebih sehat dan berdaya saing tinggi.