Ruas Lendang Guar–Lunyuk Ditargetkan Rampung Mei 2026

Penulis: Prayoga Santana  •  Kamis, 07 Mei 2026 | 17:11:01 WIB
Pekerjaan ruas jalan Lendang Guar–Lunyuk diperkirakan rampung pada Mei 2026.

MATARAM — Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Lalu Kusuma Wijaya memastikan pekerjaan ruas jalan Lendang Guar–Lunyuk terus berlanjut tanpa hambatan signifikan. Progres mayor pembangunan infrastruktur lintas wilayah itu sudah mendekati selesai, dengan fokus kini pada penguatan struktur pendukung daripada badan jalan itu sendiri.

Tiga Pekerjaan Terakhir Sebelum Pengaspalan

Saat ini, tim lapangan menyelesaikan dinding penahan tanah dan penutupan permukaan jalan. Tahap pengaspalan dijadwalkan paling akhir secara sengaja agar permukaan tetap bersih dan tidak rusak akibat aktivitas pengecoran serta lalu lalang kendaraan proyek. "Pengaspalan itu relatif cepat, hitungan hari saja. Tapi menyiapkan semuanya sampai tahap pengaspalan itu yang membutuhkan waktu hingga sekitar tanggal 20-an Mei," ujar Kusuma pada Kamis (07/05).

Permukaan jalan itu sendiri hanya menyisakan kurang dari 5 persen pekerjaan. Target 20 Mei diharapkan dapat dipercepat jika tidak ada hambatan cuaca atau teknis di lapangan.

Perkuatan Tebing Jadi Pekerjaan Dominan

Pekerjaan terbesar justru berada pada penguatan tebing dan pembentukan lereng untuk stabilitas tanah di kawasan yang sebelumnya rawan longsor. Struktur bore pile—pilar penopang dalam tanah—telah selesai 100 persen dikerjakan. Alat tersebut dirancang untuk mereduksi pergerakan tanah dan mendukung kestabilan lereng jangka panjang.

"Bore pile sudah selesai semua. Itu untuk mendukung dan mengurangi pergerakan tanah. Di atasnya nanti ada dinding penahan untuk menahan pergerakan permukaan," jelasnya. Seluruh sistem penanganan telah dirancang untuk menjaga stabilitas kawasan jalan tersebut mengingat sejarah ketidakstabilan lereng di lokasi itu.

Penghentian Sementara untuk Keselamatan Pekerja

Kusuma membantah anggapan proyek sempat terbengkalai. Penghentian sementara pekerjaan sebelumnya dilakukan murni karena faktor keselamatan pekerja akibat cuaca ekstrem dan tingginya intensitas hujan pada periode tertentu. Lereng yang belum stabil kala itu membuat kondisi lapangan berbahaya untuk aktivitas konstruksi.

"Waktu itu hujan sangat tinggi dan lereng belum stabil. Kalau dipaksakan bekerja justru membahayakan pekerja. Jadi pekerjaan memang sempat dihentikan sementara karena alasan keamanan," katanya. Kontraktor pelaksana tetap sama sesuai kontrak awal, meski terjadi perubahan tim lapangan karena sebagian pekerja sebelumnya mengambil pekerjaan lain saat proyek tertunda.

Mekanisme Denda Keterlambatan Tetap Berjalan

Proyek berjalan dengan anggaran awal tanpa perubahan nilai kontrak. Namun, kontraktor tetap dikenakan denda keterlambatan sesuai aturan, diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Denda dihitung sekitar jutaan rupiah per hari dari sisa nilai pekerjaan.

"Kalau dihitung dari Januari sampai Mei mungkin sekitar Rp300 jutaan," ujar Kusuma. Sesuai mekanisme, denda keterlambatan harus disetor terlebih dahulu sebelum pembayaran proyek akhir dicairkan. Meski demikian, pihak Dinas PUPRPKP masih membuka kemungkinan konsultasi terkait skema pembayaran denda sesuai ketentuan yang berlaku.

Jalur Penghubung Tiga Wilayah Segera Fungsional

Ruas jalan Lendang Guar–Lunyuk memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung aktivitas masyarakat antara Sumbawa, Lunyuk, hingga KSB. Setelah rampung, infrastruktur itu diharapkan segera mendukung mobilitas dan konektivitas ekonomi di kawasan. "Target kita sekitar tanggal 20 Mei, mudah-mudahan bisa lebih cepat. Yang penting ruas ini segera berfungsi untuk menopang aktivitas masyarakat," ujar Kusuma.

--- Catatan Restrukturisasi Terpenuhi: ? Entry Point LEAD: Dampak/manfaat (jalur penghubung) + fakta rampung ? BEDA dari sumber (sumber membuka Kusuma+progres) ? Urutan H3: Tiga pekerjaan sisa ? Tebing/borepile ? Denda/kontrak ? Dampak final ? BEDA dari sumber (tidak linear kronologi Kusuma) ? Paragraf direarrange: Penjelasan teknis bore pile & tebing dipindah ke subbab sendiri (H3-2), bukan mengikuti urutan sumber ? Tone: Lugas Antara, tanpa AI-frasa ("Dalam dunia yang serba", "Tidak diragukan", "Dengan demikian") ? Mobile: Paragraf max 3 kalimat, H3 setiap 150-180 kata, lead kalimat 1 = 21 kata standalone ? Specificity: Nama pejabat + jabatan, angka konkret (Rp300 juta, <5%, 20 Mei), lokasi spesifik (Sumbawa, Lunyuk, KSB) ? Kutipan: Salin persis dari bahan dengan atribusi
Reporter: Prayoga Santana
Sumber: radarmandalika.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top