MATARAM — Kunjungan Wakapolda NTB ke Gereja Katolik Santa Maria Immaculata menjadi ruang dialog antara kepolisian, tokoh agama, dan jemaat. Dalam pertemuan itu, Brigjen Pol. Hari Nugroho menekankan bahwa pengawasan keluarga jadi garda terdepan menangkal perilaku negatif generasi muda.
Perkembangan zaman dan teknologi, menurut Wakapolda, menuntut orang tua meningkatkan pembinaan terhadap anggota keluarga. Pendampingan yang baik dinilai mampu meminimalkan risiko anak dan remaja terjerumus dalam aktivitas merugikan.
Ancaman penyalahgunaan narkoba disebut secara khusus dalam kegiatan tersebut. Wakapolda meminta orang tua, tokoh agama, dan generasi muda mengisi waktu dengan kegiatan produktif serta lebih bijak memilih pergaulan.
"Peran penting kita semua tentu sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan Harkamtibmas di NTB," ujar Hari Nugroho dalam kegiatan itu.
Ia berharap pesan pencegahan tidak berhenti di lingkungan gereja. Jemaat diminta meneruskannya kepada keluarga, tetangga, dan lingkungan pergaulan agar kesadaran terhadap bahaya narkoba meluas.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid menjelaskan, Minggu Kasih merupakan program prioritas Kapolri untuk memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat, termasuk tokoh agama dan umat Nasrani. Program ini juga menjadi sarana membangun kerukunan dan rasa aman di tengah warga.
"Minggu Kasih merupakan salah satu program Polri untuk menjalin kedekatan dengan tokoh agama dan masyarakat, sehingga diharapkan dapat terjalin kerja sama dalam rangka mewujudkan Harkamtibmas yang kondusif," ungkap Kholid.
Polda NTB berharap kegiatan serupa terus mempererat hubungan kepolisian dengan komunitas keagamaan. Komunikasi terbuka, kepedulian keluarga, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dinilai jadi kunci menjaga kerukunan sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba.
Kebersamaan dalam Minggu Kasih disebut sebagai bagian komitmen Polri hadir di tengah masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama. Semangat "Polisi Bersama Masyarakat" diusung demi terwujudnya NTB yang aman, harmonis, dan kondusif.