Dinas Perindustrian Lombok Timur Cari Mitra Kelola UPT Logam Kotaraja, Target Pendapatan 2026 Rp 200 Juta

Penulis: Okta Nugraha  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:16:01 WIB
Kepala Dinas Perindustrian Lombok Timur, Alwan, menyampaikan perkembangan rencana kerja sama pengelolaan UPT Logam Kotaraja.

LOMBOK TIMUR — Calon mitra yang berminat mengelola produksi spandek di UPT Logam Kotaraja sudah menyatakan kesediaan. Dinas Perindustrian berharap kerja sama itu menghidupkan kembali aktivitas produksi sekaligus mendongkrak pendapatan daerah.

Alwan menyatakan persoalan UPT Logam Kotaraja tidak berhenti pada produksi. Pemasaran produk menjadi kendala yang sama besarnya.

Menunggu Disposisi Bupati Lombok Timur

Kepastian kerja sama masih bergantung pada disposisi Bupati Lombok Timur. Dinas Perindustrian belum bisa memastikan kapan kerja sama produksi spandek mulai berjalan.

"Makanya tinggal saya tunggu dulu disposisi Pak Bupati. Saya sangat berharap pihak ketiga masuk," kata Alwan, Rabu, 21 Oktober 2026.

Menurut Alwan, UPT sebagai unit milik pemerintah tidak dapat menjalankan usaha komersial secara langsung. Karena itu, kehadiran pihak ketiga dibutuhkan untuk memasarkan produk dan mengembangkan kegiatan usaha.

Calon Mitra Pilih Fokus Produksi Spandek Dulu

Pada tahap awal, calon mitra memilih menggarap lini produksi spandek. Padahal Dinas Perindustrian juga menawarkan pengelolaan lini permesinan yang tersedia di UPT tersebut.

"Kalau memang pengelolaan spandek ini bagus, baru nanti kita harapkan pihak ketiga juga mengelola lini permesinan," ujar Alwan.

UPT Logam Kotaraja memiliki sejumlah prototipe mesin yang berpotensi mendukung kebutuhan masyarakat dan industri kecil menengah (IKM). Produk itu antara lain mesin pencacah rumput atau chopper, mesin pengaduk pakan, mesin perajang tembakau, serta mesin pemipil jagung.

Pendapatan Tertinggi Baru Rp 50 Juta

Pendapatan tertinggi UPT Logam Kotaraja sebelumnya mencapai sekitar Rp 50 juta. Capaian itu pun melibatkan pihak ketiga dalam pengelolaannya.

Dinas Perindustrian berharap pola kerja sama serupa bisa meningkatkan pendapatan UPT. Dengan target Rp 200 juta pada 2026, produksi perlu dioptimalkan sekaligus pemasaran produk diperluas.

"Makanya kita juga mau upayakan pihak ketiga, tidak hanya di anu spandek saja, tapi mesin juga," kata Alwan.

Manfaat bagi Pelaku IKM dan Rencana Prototipe Baru

Selain mengejar pendapatan daerah, pengembangan UPT diharapkan memberi manfaat bagi pelaku IKM. Caranya melalui penyediaan peralatan dan teknologi tepat guna.

Dinas Perindustrian juga membuka peluang pengembangan mesin sesuai kebutuhan pelaku industri. "Ke depan, kita mau tambahkan prototipe yang kira-kira dibutuhkan oleh masyarakat," ujarnya.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: ntbsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top