KONI Dorong Kejurnas Tinju 2026 Lahirkan Petinju Kelas Dunia

Penulis: Taufik Rahman  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 21:17:31 WIB
Kejurnas Tinju Piala Menko Infrastruktur 2026 resmi dibuka di Pluit Village Mall, Jakarta.

NUSA TENGGARA BARAT — Kejuaraan Nasional Tinju Piala Menko Infrastruktur 2026 resmi dibuka di Pluit Village Mall, Jakarta, dengan 384 atlet dari 34 provinsi ambil bagian. KONI Pusat menegaskan ajang tahunan ini bukan sekadar perebutan gelar, melainkan sarana menjaring petinju potensial yang siap bersaing di level Asia dan dunia.

Pembukaan kejuaraan yang digelar Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina) itu dihadiri jajaran KONI Pusat dan perwakilan pemerintah. Wakil Ketua Umum IV KONI Pusat, Tursandi Alwi, menyampaikan sambutan Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman di hadapan peserta dan undangan.

Marciano menyampaikan apresiasi kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), atas dukungan terhadap penyelenggaraan Kejurnas Tinju tahun ini. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada PP Pertina di bawah kepemimpinan Hillary Brigitta Lasut, pengurus provinsi, panitia pelaksana, dan sponsor.

384 Atlet dari 34 Provinsi Jadi Peserta

Kejurnas tahun ini mempertemukan 384 petinju dari seluruh provinsi di Indonesia. Jumlah itu menjadikan ajang ini sebagai salah satu kompetisi tinju amatir terbesar dalam kalender nasional, sekaligus forum evaluasi pembinaan yang dijalankan pengurus cabang olahraga di daerah.

KONI Pusat menilai kompetisi berjenjang menjadi kebutuhan wajib bagi cabang olahraga anggota. Kejuaraan nasional dinilai bukan hanya ajang perebutan gelar, tetapi juga alat ukur perkembangan atlet dan pengalaman bertanding sebelum menghadapi level lebih tinggi.

Pembinaan Usia Dini Jadi Fokus Utama

Marciano menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini melalui penguatan sistem di tingkat akar rumput. Fondasi grassroots disebut sebagai kunci utama menghasilkan atlet berkualitas yang mampu bersaing di Asia maupun dunia.

"Prestasi olahraga tidak dapat diraih secara instan, melainkan harus melalui pembinaan yang berjenjang, kompetisi yang berkelanjutan, serta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan olahraga. Pembinaan atlet usia dini harus menjadi fokus PP Pertina, dipadukan dengan sosialisasi yang gencar guna menjaring bibit-bibit atlet berpotensi," demikian pesan Marciano dalam sambutannya.

Tinju Diarahkan Masuk Industri Olahraga dan Sport Tourism

KONI Pusat mendorong tinju dikembangkan sebagai bagian dari industri olahraga dan pariwisata olahraga. Pengelolaan pertandingan yang baik diyakini mampu menarik perhatian masyarakat sekaligus memberi dampak ekonomi bagi ekosistem olahraga nasional.

"Jumlah pertandingan dan kompetisi tingkat nasional harus ditingkatkan, guna melahirkan petinju kelas dunia yang siap membuat Indonesia bangga karena prestasinya. Pertandingan tinju juga harus menjadi bagian dari sportainment yang menarik perhatian pecinta tinju serta memberikan dampak positif bagi pelaku olahraga," lanjut pesan tersebut.

Hillary Brigitta Lasut Soroti Kepastian Program Atlet

Ketua Umum PP Pertina Hillary Brigitta Lasut menyoroti pentingnya menjaga keberlangsungan organisasi agar program pembinaan tetap berjalan di tengah berbagai tantangan. Atlet, menurutnya, membutuhkan kepastian dalam menjalani latihan, mengikuti kompetisi, dan memperoleh dukungan memadai.

"Di tengah efisiensi dan ketidakpastian, atlet-atlet kita membutuhkan kepastian agar dapat melewati berbagai dinamika organisasi dan terus menorehkan prestasi. Oleh karena itu, pembinaan atlet harus tetap menjadi prioritas, dengan memastikan keberlangsungan program latihan, kompetisi, serta dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi atlet," ungkap Hillary.

Ia mengajak seluruh jajaran Pertina menjaga soliditas dan memperkuat komitmen bersama. Keberlangsungan organisasi disebut sebagai salah satu faktor penentu agar pembinaan atlet berjalan konsisten.

Sportivitas dan Merah Putih sebagai Landasan

KONI Pusat mengingatkan para atlet, pelatih, dan ofisial menjaga sportivitas serta menjadikan persatuan sebagai landasan berkompetisi. Prestasi olahraga diminta berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.

"Olahraga adalah pemersatu bangsa. Berbicara olahraga prestasi, tujuan kita hanya satu, yaitu Merah Putih. Oleh karenanya, kepentingan Merah Putih harus menjadi yang utama karena kita adalah patriot olahraga Indonesia," tegas Marciano.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: sudutpandang.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top