MATARAM — DPP Partai Perindo angkat bicara soal nama Dr. Syamsuriansyah yang santer disebut-sebut di tengah masyarakat sebagai bakal calon wakil bupati Lombok Barat. Nama kader Perindo itu mencuat untuk mendampingi Hj. Nurul Adha yang diproyeksikan menggantikan bupati nonaktif. Sekretaris DPP Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah menilai munculnya nama tersebut sebagai bentuk penerimaan masyarakat atas kontribusi kader partainya.
Ferry menyampaikan hal itu di Mataram, Selasa (14/10) malam. Ia mengakui Perindo bukan partai pengusung bupati dan wakil bupati Lombok Barat pada Pilkada sebelumnya. Kendati demikian, partai tetap membuka ruang jika kader mereka dinilai mampu berkontribusi positif bagi daerah.
Ferry menegaskan munculnya nama Dr. Syamsuriansyah menunjukkan Partai Perindo betul-betul bisa memberikan yang terbaik bagi kabupaten dan kota. Ia menilai hal itu sebagai buah dari kerja kader sebagai wakil rakyat di tingkat kabupaten.
"Tentunya kita apresiasi ya, kalau toh memang ada kader Partai Perindo yang memang bisa diterima dan dia bisa berkontribusi positif buat kabupaten/kotanya seperti itu. Dan itu menunjukkan bahwa ternyata Partai Perindo betul-betul bisa memberikan satu sesuatu yang terbaik buat kabupaten/kota," terang Ferry.
Meski mengapresiasi, Ferry mengingatkan politik bersifat dinamis dan ada mekanisme yang harus dilalui untuk bisa mengusung seseorang. Terlebih lagi, Perindo bukan bagian dari partai pengusung pada Pilkada Lombok Barat sebelumnya.
Jika seluruh pihak sepakat dan mengapresiasi kader Partai Perindo, Ferry menyatakan partainya tidak akan menolak dan justru akan mendukung. Ia menilai dukungan tersebut sebagai hal yang wajar dalam dinamika politik daerah.
"Kalau memang seluruhnya sepakat gitu dengan dan apresiasi terhadap kader Partai Perindo, kenapa enggak? Kita juga harus support dong terkait dengan kondisi tersebut," ujarnya.
Wakil Ketua Umum Bidang Elektoral DPP Partai Perindo, Tama Satrya Langkun, menambahkan bahwa secara regulasi partai yang bukan pengusung awal memang memiliki keterbatasan formal. Namun, Perindo tetap menjaga komitmen politik yang telah dibuat sambil terbuka pada berbagai potensi di masa depan.
"Konsolidasi Perindo hari ini itu adalah konsolidasi yang orientasinya adalah pelayanan masyarakat. Nah, apa yang kemudian menjadi isu publik? Ada kader kita yang dilirik oleh orang banyak, itu adalah buah tadi itu, buah kerja-kerja dari pelayanan. Jadi untuk saat ini, kita hanya meminta kepada seluruh kader untuk kerja fokus pada pelayanan," imbaunya.
Ferry juga meminta seluruh pihak menghormati proses hukum yang masih berjalan. Proses hukum bupati Lombok Barat nonaktif yang terjerat kasus korupsi masih terus berproses hingga kini.
"Tapi ini kan masih bergulir ya, masih belum ada kepastian dan kita juga melihat bahwa ruang-ruang hukum di sini kan juga masih berjalan. Kita hormatilah proses hukum yang ada," ucapnya.
Perindo juga mengisyaratkan dukungan konkret apabila peluang politik tersebut terbuka di kemudian hari bagi kadernya. Dukungan paling pertama yang akan diberikan adalah rekomendasi partai.
"Jika di kemudian hari terbuka peluang itu, tentu kita akan dorong kader terbaik kita untuk bertanding sebagai kepala daerah. Dukungan yang paling pertama sudah pasti rekomendasi. Namanya orang mau tanding menjadi kepala daerah butuh rekomendasi, maka dukungan partai 100 persen kepada seluruh kader-kader yang akan bertaruh, apalagi nyata-nyata kerja buat rakyat dan membesarkan Partai Perindo," pungkasnya.