Tim Cook Kunjungi China, Bahas Manufaktur dan Ekspansi Bisnis Apple

Penulis: Okta Nugraha  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 13:49:01 WIB
Tim Cook mengunjungi China untuk membahas perluasan rantai pasokan dan manufaktur pintar Apple.

NUSA TENGGARA BARAT — Tim Cook mengunjungi China untuk ketiga kalinya sepanjang 2026 dan bertemu Gubernur Guangdong, Meng Fanli, guna membahas perluasan rantai pasokan serta manufaktur pintar. Kunjungan ini menjadi perjalanan luar negeri pertamanya setelah tidak lagi menjabat sebagai CEO Apple, sekaligus menegaskan posisi China yang masih krusial bagi bisnis perusahaan.

Apple menyatakan kesediaannya memperluas kehadiran di Provinsi Guangdong, wilayah yang menjadi salah satu pusat manufaktur utama perusahaan di China. Komitmen itu disampaikan langsung oleh Tim Cook saat bertemu Gubernur Guangdong, Meng Fanli, di sela kunjungannya ke China pada Sabtu (10/10).

Bertemu Gubernur Guangdong

Pertemuan berlangsung pada Minggu (11/10) dan membahas sejumlah bidang kerja sama, mulai dari rantai pasokan, manufaktur pintar, manufaktur ramah lingkungan, hingga kanal penjualan. Cook menyebut Guangdong berperan penting dalam pertumbuhan Apple di China.

Ia juga menyoroti banyaknya pemasok perusahaan dan mitra ekosistem yang beroperasi di wilayah tersebut. Meng Fanli merespons dengan menyatakan kesiapan pemerintah provinsi membangun lingkungan bisnis yang berorientasi internasional, berbasis pasar, dan berlandaskan supremasi hukum.

Kunjungan Ketiga Sepanjang 2026

Perjalanan ini menandai kunjungan Cook yang ketiga ke China pada 2026, sekaligus yang pertama setelah ia lengser dari jabatan CEO Apple. Sebelum bertemu Meng, Cook menyaksikan proses perekaman video seni bela diri oleh kreator konten lokal menggunakan iPhone 18 Pro.

Berdasarkan unggahan pelanggan di media sosial, Cook juga terlihat mengunjungi Apple Store di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong. Lewat akun Weibo-nya, ia menulis, "Senang bisa kembali ke China!"

Arti Penting bagi Rantai Pasokan

Analis Industri Senior Ma Jihua menilai kunjungan pertama Cook setelah lengser sebagai CEO ke China memiliki arti yang penting. "Keputusan Cook menjadikan China sebagai tujuan pertamanya di luar negeri setelah menduduki jabatan baru di Apple memiliki arti yang sangat penting. Pilihan untuk mengunjungi China terlebih dahulu menegaskan posisi China yang tak tergantikan dalam rantai pasokan Apple," ungkap Ma, dikutip dari Global Times.

Apple tengah menghadapi situasi permintaan yang belum menentu untuk iPhone 18 Pro Series dan iPhone Duo. iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max sudah tersedia di pasar China, sedangkan iPhone Duo dijadwalkan mulai dijual pada 23 Oktober mendatang.

Permintaan iPhone 18 Pro Masih Fluktuatif

Data awal menunjukkan varian 18 Pro Series mendapat sambutan positif, meski harga yang lebih tinggi berpotensi menekan permintaan konsumen. Menurut Counterpoint Research, penjualan iPhone 18 Pro selama tiga hari pertama tercatat 12 persen lebih tinggi dibanding penjualan jajaran iPhone 17 Pro Series sepanjang pekan pertama peluncurannya pada 2025.

Capaian itu mengantarkan Apple ke posisi pertama dalam penjualan smartphone di China pada periode 14-20 September. Namun, Nikkei Asia melaporkan pekan lalu bahwa Apple telah meminta sejumlah pemasok untuk mengurangi produksi komponen bagi model Pro terbaru, memunculkan pertanyaan soal tingkat permintaan setelah periode awal peluncuran berakhir.

Bagi pelaku industri, kunjungan Cook memperlihatkan bahwa China masih menjadi simpul utama produksi Apple, meski perusahaan terus mendiversifikasi rantai pasokan ke sejumlah negara. Sinyal ekspansi di Guangdong akan menjadi acuan bagaimana Apple menyeimbangkan efisiensi manufaktur dengan tekanan permintaan di pasar terbesarnya.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top