NUSA TENGGARA BARAT — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan kenaikan penjualan mobil dan motor sepanjang 2026 mencerminkan keyakinan konsumen yang menguat dan aktivitas ekonomi yang tetap resilien. Data Gaikindo mencatat wholesales mobil Januari–Agustus 2026 mencapai 599.491 unit, naik 20,1 persen dari periode sama tahun lalu. Sepeda motor juga tumbuh 2,16 persen dengan 4.362.078 unit terjual.
Pernyataan itu disampaikan Suahasil dalam konferensi pers APBN Kita edisi September 2026. Ia menilai sektor riil masih mampu bertahan di tengah tekanan global, dengan konsumsi rumah tangga sebagai salah satu penopang utama.
"Sektor riil tetap resilien. Bisa dilihat bahwa keyakinan konsumen itu bisa menguat. Penjualan riil kembali ekspansif," kata Suahasil.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat pengiriman mobil dari pabrik ke dealer sepanjang Januari–Agustus 2026 mencapai 599.491 unit. Angka itu naik 20,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 499.315 unit.
Penjualan retail dari dealer ke konsumen juga meningkat. Sampai Agustus 2026, 594.984 unit mobil baru telah dikirim ke konsumen, naik 13,9 persen dari 522.160 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) melaporkan penjualan motor Januari–Agustus 2026 mencapai 4.362.078 unit. Jumlah itu naik 2,16 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 4.269.718 unit.
Pertumbuhan sepeda motor memang lebih tipis dibanding mobil. Meski begitu, volume absolutnya tetap yang terbesar di pasar otomotif Indonesia.
Suahasil menyebut penerimaan pajak terus tumbuh sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi. Permintaan terhadap semen, listrik, serta mobil dan motor menjadi indikator yang ia pakai untuk membaca denyut ekonomi.
"Permintaan semen itu tumbuh, permintaan listrik itu tumbuh, permintaan mobil dan motor itu tumbuh, berarti aktivitas ekonomi itu tumbuh," ujarnya.
Di sisi lain, Suahasil mengingatkan bahwa Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur masih mengikuti gerak perekonomian dunia. Ia meminta semua pihak tidak lengah meski kondisi ekonomi domestik dinilai cukup kuat.
"Penjualan mobil dan motor tetap tumbuh, penjualan semen tetap tumbuh, penjualan listrik tetap tumbuh, PMI manufaktur ini yang ngikutin gerak dunia itu. Jadi, harus kita waspadai. Kita tidak boleh lengah, tapi Indonesia kondisi ekonominya cukup resilien. Malah saya bisa katakan sangat resilien," kata Suahasil.
Bagi konsumen, tren kenaikan penjualan ini bisa jadi sinyal positif soal ketersediaan stok dan pilihan model di dealer. Namun, bukan jaminan harga tetap stabil, terutama jika tekanan nilai tukar dan biaya produksi berlanjut hingga akhir tahun.