Putri Mahkota Swedia Victoria Kunjungi NTB 5-6 September 2026, Pemprov Siapkan Posyandu hingga Hutan Adat Bayan

Penulis: Taufik Rahman  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:10:31 WIB
Putri Mahkota Swedia Victoria dijadwalkan mengunjungi NTB pada 5-6 September 2026 untuk meninjau Posyandu dan Hutan Adat Bayan.

MATARAM — Kunjungan Putri Mahkota Swedia Victoria ke Nusa Tenggara Barat pada 5-6 September 2026 akan diarahkan untuk melihat langsung kerja relawan perempuan di Posyandu hingga upaya konservasi masyarakat di Hutan Adat Bayan, Lombok Utara. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan kunjungan ini menjadi momentum memperkenalkan pembangunan yang bertumpu pada masyarakat, bukan agenda seremonial belaka.

“Ini adalah momentum agar Princess dapat melihat langsung kondisi dan kehidupan masyarakat di lapangan,” ujar Gubernur saat menerima Tim Kementerian Luar Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, dan UNDP di Kantor Gubernur NTB, Rabu (26/8).

Miq Iqbal, sapaan akrab Gubernur, menyebut salah satu wajah pembangunan NTB yang penting diperlihatkan adalah kekuatan perempuan dalam menopang layanan dasar. Ia secara khusus merekomendasikan Posyandu sebagai lokasi kunjungan karena tempat itu menggambarkan kerja sukarela puluhan ribu kader perempuan hingga tingkat desa.

“Saya sangat merekomendasikan agar beliau meluangkan waktu melihat Posyandu dan bertemu kader-kader Posyandu. Ini salah satu kekuatan terbesar yang kita miliki karena berbasis pada relawan perempuan,” katanya.

Peran Kader Posyandu Jadi Sektor Krusial Pembangunan NTB

Menurut Miq Iqbal, kader Posyandu yang tersebar di setiap desa merupakan institusi nyata yang menghubungkan kebutuhan keluarga dengan layanan pemerintah. Mereka mendampingi ibu hamil, anak-anak, serta menggerakkan pelayanan kesehatan dasar dan pemberdayaan ekonomi warga.

“Setiap desa memiliki kader. Mereka adalah institusi nyata yang bekerja membantu masyarakat dari bawah,” ujarnya.

Pemprov NTB menilai sektor ini krusial karena menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga penguatan peran perempuan dalam kebijakan publik.

Gili Meno hingga Hutan Adat Bayan Jadi Lokasi Kunjungan

Selain Posyandu, Pemprov NTB menyiapkan kawasan Gili Meno untuk menunjukkan keterlibatan masyarakat lokal dalam menjaga ekosistem laut dan terumbu karang. Putri Mahkota Victoria diharapkan berdialog langsung dengan komunitas tentang ekonomi berkelanjutan berbasis konservasi pesisir.

Agenda kunjungan juga diarahkan ke Kabupaten Lombok Utara, mencakup kampung adat dan kawasan Hutan Adat Bayan. Gubernur menekankan lokasi yang dipilih harus memiliki makna lebih dari sekadar destinasi wisata.

“Yang ingin kita tampilkan adalah hubungan antara masyarakat, budaya, lingkungan dan pembangunan. Kita ingin beliau melihat bahwa potensi lokal kita hidup karena dijaga oleh masyarakatnya,” jelas Miq Iqbal.

Target Kesan Mendalam: Lombok Bukan Sekadar Indah

Pemprov NTB menginginkan kunjungan ini meninggalkan kesan mendalam bagi Putri Mahkota Victoria. Seluruh rangkaian agenda dirancang untuk menghadirkan pengalaman autentik, memperlihatkan bahwa Lombok memiliki masyarakat yang bekerja dan menjaga lingkungannya.

“Kita ingin ketika beliau kembali ke negaranya, beliau akan selalu mengingat Lombok,” kata Gubernur.

Dalam pertemuan tersebut, Miq Iqbal meminta koordinasi lintas instansi diperkuat, mulai dari pemilihan lokasi, pendampingan masyarakat, hingga aspek keamanan dan kenyamanan selama kunjungan berlangsung. Ia mengapresiasi Kementerian Luar Negeri, Bappenas, dan UNDP yang telah melakukan survei lokasi dan menyiapkan agenda.

Bagi NTB, kunjungan ini menjadi kesempatan menunjukkan bahwa pembangunan yang bertumpu pada perempuan, komunitas, budaya, dan lingkungan adalah kekuatan penentu arah masa depan daerah.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: mataramradio.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top