NUSA TENGGARA BARAT — Pernyataan keras itu muncul di akun resmi X (sebelumnya Twitter) Victoria Villarruel, Selasa (18/11) waktu setempat. Dalam unggahannya, ia menuliskan kalimat provokatif yang langsung menyulut reaksi dari publik sepak bola Inggris dan Argentina. "Kami melawan perampok. Ini bukan laga biasa," tulis Villarruel, merujuk pada rivalitas panjang kedua negara yang berakar dari Perang Falkland/Malvinas tahun 1982.
Pernyataan tersebut bukan sekadar trash talk biasa. Villarruel, yang dikenal sebagai politikus garis keras, secara eksplisit menghidupkan kembali sentimen Perang Falkland—konflik yang hingga kini masih menjadi luka bagi Argentina. "Ini bukan hanya soal sepak bola," tambahnya dalam unggahan lain, "Ini soal harga diri bangsa."
Unggahan itu sontak menuai kecaman. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) belum memberikan pernyataan resmi, namun sejumlah mantan pemain timnas Inggris melalui akun media sosial masing-masing menyebut pernyataan tersebut "tidak pantas" dan "berlebihan untuk konteks olahraga."
Pertandingan ini sendiri sejatinya adalah laga ulangan perempat final Piala Dunia 2022 yang dimenangkan Argentina dalam adu penalti. Namun, Villarruel memilih mengangkat narasi yang lebih politis. Ia bahkan menyisipkan tagar #LasMalvinasSonArgentinas (Kepulauan Malvinas milik Argentina) yang menjadi isu sensitif di Inggris.
Di sisi lain, para pengamat sepak bola menilai pernyataan Wapres ini justru bisa menjadi bumerang. "Mengangkat isu perang hanya akan menambah tekanan pada pemain Argentina sendiri," kata analis sepak bola Amerika Latin, Martin Mazur. "Mereka sekarang bermain bukan hanya untuk tiga poin, tapi untuk membela pernyataan politik yang sangat kontroversial."
Belum diketahui apakah pernyataan Villarruel mendapat dukungan dari Presiden Argentina Javier Milei atau federasi sepak bola setempat. Yang jelas, pelatih Lionel Scaloni kini harus mengelola situasi psikologis timnya. Pemain seperti Lionel Messi dan Angel Di Maria dikenal sangat membenci drama politik di luar lapangan.
Pertandingan antara Argentina dan Inggris dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini di stadion netral. Rivalitas di atas kertas sudah panas, namun pernyataan Wapres Villarruel memastikan tensi di luar lapangan akan sama sengitnya dengan duel di dalam lapangan.