MATARAM — Para pekerja proyek renovasi Kantor Gubernur NTB menemukan bongkahan batu granit yang diyakini sebagai bagian dari Monumen Tugu Perang Lombok 1894 pada Jumat pekan lalu. Batu itu kini tergeletak begitu saja di taman halaman kantor, tanpa penanganan khusus.
Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam mengatakan, bongkahan batu granit itu merupakan fondasi bawah monumen yang kemungkinan besar dikirim dari Eropa. "Karena pada saat itu, Indonesia belum mengenal. Perkiraan saya dibawa dari Eropa apakah Italia atau sekitar Yunani. Kalau dari sisi pembuatannya, presisinya sangat artistik. Karena simetris, dan rapi," kata Nuralam.
Monumen Tugu Perang Lombok 1894 dibangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda untuk menghormati tentaranya yang tewas dalam pertempuran. Selain bongkahan tugu, makam Jenderal Van Ham yang gugur dalam perang yang sama juga masih berada di Kota Mataram.
Kepala Sub Bagian Umum Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) NTB Made Agus Adi Prabawa menyatakan pihaknya belum mendapatkan laporan resmi terkait temuan tersebut. "Kami belum ada laporan terkait itu. Kalau ada yang lapor, kami akan tindaklanjuti, langkah-langkah apa yang perlu dilakukan. Itu salah satu upaya pelestarian cagar budaya," ujar Agus saat dikonfirmasi di Mataram, Sabtu (4/7/2026).
Agus menambahkan, pihaknya perlu melihat kondisi langsung temuan dan memastikan informan yang berkompeten sebelum mengambil langkah lebih lanjut. "Kami mesti lihat dulu seperti apa, termasuk juga informan yang ada di sana. Siapa yang memang berkompeten memberikan penjelasan," katanya.
Di tengah penanganan temuan baru ini, Agus memastikan dua cagar budaya nasional di NTB, yaitu Taman Narmada di Lombok Barat dan Istana Asi Mbojo di Bima, tetap terjaga. "Kami pastikan yang tercatat sebagai cagar budaya nasional itu tetap lestari. Masalah pengelolaan kami memberikan rambu-rambu mana yang bisa dan tidak bisa," terangnya.
Agus juga menyebut NTB sebagai daerah yang kaya budaya dan menjadi pusat pertemuan budaya dari timur, barat, dan utara Indonesia. Untuk memperkuat upaya pelestarian, Kementerian Kebudayaan membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPK NTB pada 2026.
Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam mengungkapkan bahwa pihaknya pernah melakukan kajian singkat pada 2023 terkait simbol-simbol peninggalan Pemerintah Kolonial Belanda di Lombok. Kajian itu mencakup Monumen Tugu Perang Lombok 1894 yang kini ditemukan di Kantor Gubernur NTB.
Nuralam menjelaskan, bongkahan batu granit itu diduga merupakan fondasi bawah monumen. "Karena pada saat itu, Indonesia belum mengenal. Perkiraan saya dibawa dari Eropa apakah Italia atau sekitar Yunani," ujarnya, menekankan presisi artistik dari batu tersebut.