JAKARTA — Penunjukan NTB dan NTT sebagai tuan rumah PON XXII 2028 dipastikan setelah Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menerima langsung SK penetapan dari Menpora Erick Thohir di Kantor Kemenpora. Proses panjang yang dilalui kedua provinsi ini akhirnya berbuah hasil, membuka peluang besar bagi pembangunan daerah di sektor olahraga dan ekonomi.
Pemerintah melalui Kemenpora memastikan PON XXII 2028 hanya akan mempertandingkan 21 cabang olahraga unggulan. Prinsip efisiensi menjadi pegangan utama dengan memanfaatkan fasilitas olahraga yang sudah tersedia di NTB dan NTT, tanpa pembangunan venue baru yang membebani anggaran daerah.
Perhelatan nasional ini diyakini tidak sekadar ajang kompetisi. Peningkatan kunjungan wisatawan, pertumbuhan sektor perhotelan dan transportasi, serta terbukanya peluang usaha baru bagi UMKM diproyeksikan menjadi manfaat langsung bagi masyarakat NTB dan NTT. "Kepercayaan ini menjadi momentum percepatan pembangunan daerah melalui sektor olahraga, pariwisata, ekonomi kreatif, dan investasi," ujar Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal usai menerima SK.
Kehadiran DKI Jakarta sebagai provinsi pendukung untuk cabang olahraga tertentu dinilai strategis. Dengan pengalaman menggelar berbagai event berskala nasional dan internasional, Jakarta diharapkan memperkuat kapasitas penyelenggaraan NTB dan NTT, terutama dalam hal sumber daya dan logistik.
PON XXII 2028 diharapkan menjadi ajang yang tidak hanya menghadirkan prestasi olahraga, tetapi juga memperkuat persatuan bangsa dan mengangkat potensi daerah. Gubernur NTB menyebut amanah ini harus dijawab dengan kerja sama dan persiapan matang. Dengan diterimanya SK, NTB dan NTT kini mulai menyusun langkah strategis untuk memastikan PON berjalan profesional dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.