LOMBOK TIMUR — Keyakinan itu disampaikan Ketua Satlak Pelatda Lombok Timur, Dedy Irawan, yang juga menjabat Sekretaris KONI setempat. Ia menegaskan angka 85 emas bukan sekadar wacana, melainkan hasil analisis matang terhadap rekam jejak prestasi atlet selama ini.
Dedy menjelaskan bahwa perhitungan target tersebut didasarkan pada atlet yang masuk program Pelatda. Meski begitu, pihaknya tetap berharap kontribusi emas dari cabor di luar program pelatihan terpusat.
"Perhitungan 85 medali ini berdasarkan atlet Pelatda. Tapi juga berharap emas juga diraih cabor yang tidak masuk Pelatda," ujar Dedy dalam keterangannya, baru-baru ini.
Untuk Porprov NTB 2026, sebanyak 27 cabang olahraga non-beregu masuk dalam program Pelatda. Total 179 atlet akan menjalani pemusatan latihan, dengan rencana pengumpulan atlet dijadwalkan pada awal Juli mendatang.
Satlak juga telah dan akan melakukan tes fisik tahap kedua secara umum untuk mengukur perkembangan atlet. Tes ini disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing cabang olahraga.
Dedy optimistis target 85 emas mampu mendongkrak posisi Lombok Timur di klasemen akhir Porprov. Ia menargetkan kontingen Lotim bisa naik ke peringkat kedua, atau setidaknya menambah jumlah medali jika bertahan di posisi ketiga.
"Sebagai kita target bisa naik menjadi nomor 2. Kalaupun bertahan di peringkat 3 tapi minimal jumlah medali menambah," katanya.
Porprov NTB 2026 memiliki nilai strategis lebih karena menjadi ajang orientasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). Untuk itu, persyaratan atlet dimudahkan. Syarat utama yang diberlakukan hanyalah kepemilikan KTP NTB.
Dedy berharap pembinaan yang lebih terarah per cabor dan dukungan penuh Satlak bisa melahirkan atlet-atlet Lombok Timur yang lolos ke PON. Apalagi, PON mendatang akan digelar di NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Kita berharap hasil Porprov tahun ini, akan banyak atlet Lombok Timur masuk menjadi atlet PON yang akan digelar di NTB dan NTT," harapnya.