NUSA TENGGARA BARAT — Polri menggelar ziarah ke Makam Giri Tama, Kecamatan Tajurhalang, Bogor, Jawa Barat, sebagai bagian dari agenda menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Makam Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, yang menjabat Kapolri periode 1968–1971, menjadi titik utama kegiatan tersebut.
Keluarga besar Hoegeng menyambut baik tradisi tahunan ini. Mereka mengapresiasi perhatian institusi terhadap almarhum dan almarhumah yang dimakamkan bersebelahan di lokasi yang sama.
Dalam sambutannya di lokasi, Krisnadi Ramajaya Hoegeng, cucu sang jenderal, menekankan harapan agar Polri tak sekadar menjadi aparat penegak hukum. “Harapan kami agar Polri ke depannya menjadi Polri yang dicintai dan selalu, selalu dicintai oleh masyarakat dan menjadi pengayom, pelindung, dan pelayan yang sejati untuk masyarakat Indonesia,” ujar Rama, panggilan akrabnya.
Ia juga mendoakan institusi kepolisian semakin inovatif. “Semoga Polri ke depannya menjadi lebih baik, lebih inovatif, dan senantiasa dicintai oleh rakyat Indonesia,” tambahnya.
Di luar doa, Rama menyampaikan rasa syukur karena kakek dan neneknya masih mendapat tempat terhormat dari negara dan institusi Polri. “Saya atau kami sangat-sangat bersyukur bahwasanya almarhum dan almarhumah masih diberikan tempat yang layak oleh Polri dalam hal ini dan juga oleh negara,” ucapnya.
Rama secara khusus menyebut sejumlah pejabat yang hadir dalam ziarah tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kapolri, Irwasum, Kapuslitbang, serta jajaran Polres Metro Depok dan Bogor Kota.
“Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas semua bantuan dan terlaksananya acara hari ini,” katanya.
Ziarah ini merupakan agenda rutin Polri menjelang hari jadinya. Figur Hoegeng dikenal luas sebagai simbol polisi bersih dan berintegritas di mata publik. Hingga kini, namanya kerap dirujuk dalam diskursus reformasi kepolisian di Indonesia.