NUSA TENGGARA BARAT — CEO sekaligus Founder Dedare-Idols, Rama Katsuyuki, menjelaskan bahwa "Pura Pura Sayang" mengangkat tema seseorang yang menerima kasih sayang, namun kemudian menyadari perasaan tersebut hanya kepura-puraan. Lagu ini tidak sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan pesan pendewasaan diri.
"Dedare-Idols ingin menyampaikan pesan bahwa pengalaman pahit dalam hubungan dapat menjadi bagian penting dari proses pendewasaan diri generasi muda," ujar Rama dalam rilis resmi yang diterima di Mataram.
Manajemen AMI Entertainment bersama AMI Music Company menaungi perilisan karya ini. Rama menyebut Dedare-Idols menghadirkan aransemen musik yang lebih segar dan penampilan energik pada single terbaru mereka. Konsep ini dirancang untuk memperluas jangkauan pendengar, terutama kalangan remaja dan generasi muda di Indonesia.
Grup ini juga menegaskan komitmen untuk terus mengikuti perkembangan tren musik populer tanpa meninggalkan identitas daerah asalnya. "Grup ini menjalankan misi untuk memperkenalkan budaya Nusa Tenggara Barat melalui industri musik dan hiburan modern," ucap Rama.
Rama menambahkan bahwa Dedare-Idols tidak hanya fokus pada pengembangan kemampuan vokal dan tari para anggota, tetapi juga pada penguatan identitas budaya daerah. Grup ini berharap kehadirannya dapat membuka ruang lebih luas bagi generasi muda daerah untuk bersaing di industri kreatif nasional.
"Kami ingin membuktikan bahwa anak muda NTB bisa bersaing di kancah nasional tanpa kehilangan akar budaya," pungkas Rama.