PRAYA — Kesepakatan jangka panjang antara Dorna Sports dan pemerintah Indonesia disebut sudah berjalan sejak awal kerja sama. Dengan skema 5+5 tahun, MotoGP Mandalika direncanakan tetap masuk kalender balap dunia hingga 2031.
"Kami memiliki kesepakatan 5+5 tahun dengan pemerintah Indonesia, dan kami berencana tetap berada di sini setidaknya hingga 2031," ujar Carlos Ezpeleta.
Menjawab Spekulasi di Tengah Evaluasi Lima Tahun Pertama
Pernyataan Ezpeleta menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan ajang balap internasional di Indonesia. Kontrak MotoGP Mandalika memang sedang memasuki periode evaluasi lima tahun pertama.
Dorna tidak hanya membahas kontrak. Penyedia sirkuit juga terus mematangkan persiapan operasional menjelang balapan, mulai dari kesiapan infrastruktur, aspek keselamatan, hingga kenyamanan pengunjung.
"Semua perencanaan terus berjalan sesuai jadwal demi memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh staf serta penggemar," tambahnya.
Format Balapan Baru Disiapkan untuk 2027
Dorna Sports menyiapkan penerapan format balapan baru pada 2027. Perubahan ini diharapkan meningkatkan daya tarik kompetisi bagi penggemar MotoGP, termasuk di Indonesia.
"Format itu dirancang untuk membuat persaingan di lintasan semakin sengit tanpa mengabaikan aspek keselamatan pebalap. Penyesuaian regulasi juga diharapkan mampu memberikan pengalaman menonton yang lebih baik, baik bagi penonton yang hadir langsung di tribun maupun pemirsa televisi. Ini lahir dari usulan tim untuk memberikan hasil terbaik bagi penggemar dan mitra media tanpa meningkatkan risiko bagi pembalap," ujar Ezpeleta.
MotoGP Mandalika 2026 Digelar Tiga Hari, Sirkuit Kantongi Grade A
MotoGP Mandalika 2026 akan berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Oktober. Ajang ini diikuti pembalap dari kelas Moto4, Moto3, Moto2, dan MotoGP.
Sirkuit Mandalika telah mengantongi homologasi Grade A dari Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM). Hasil tersebut menandakan kondisi sirkuit memenuhi standar untuk digunakan dalam balapan.
Komitmen jangka panjang Dorna diharapkan terus memberi dampak positif bagi masyarakat Lombok dan NTB. Ajang ini juga menjadi kesempatan Indonesia mempertahankan posisinya sebagai destinasi penting dalam kalender balap motor dunia.