Pencarian

Arem-Arem Sarapan Klasik nan Praktis yang Tak Lekang Zaman, Isian Ayam dan Oncom Masih Jadi Favorit

Senin, 03 Agustus 2026 • 14:33:34 WIB
Arem-Arem Sarapan Klasik nan Praktis yang Tak Lekang Zaman, Isian Ayam dan Oncom Masih Jadi Favorit
Pedagang menyiapkan arem-arem isi ayam dan oncom untuk dijual di pasar tradisional.

NUSA TENGGARA BARAT — Bagi sebagian orang, sarapan adalah ritual sakral yang tidak bisa dilewatkan. Di tengah menjamurnya menu modern seperti roti gandum atau oatmeal instan, arem-arem justru bertahan dengan caranya sendiri. Bentuknya yang mirip lontong sering membuat orang terkecoh, padahal di dalamnya tersembunyi isian gurih yang membedakannya dari sepupunya yang polos itu. Lebih dari Sekadar Nasi Bungkus

Arem-arem bukan sekadar nasi yang dibungkus daun pisang lalu dikukus. Isiannya adalah kunci dari kenikmatannya. Tumisan ayam berbumbu, daging cincang, atau oncom yang diolah dengan rempah-rempah memberikan cita rasa gurih yang meresap ke dalam nasi. Beberapa variasi juga menggunakan tahu, tempe, atau sayuran untuk mereka yang ingin pilihan lebih ringan.

Proses pembuatannya yang sederhana—membungkus nasi berisi tumisan dengan daun pisang lalu mengukusnya hingga matang—menghasilkan tekstur nasi yang padat namun lembut. Aroma khas daun pisang yang menyerap selama proses pengukusan menambah lapisan rasa yang tidak bisa digantikan oleh plastik atau kertas minyak. Sarapan Andalan yang Stabil Peminatnya

Permintaan akan jajanan ini cenderung stabil, terutama di pagi hari. Para pekerja kantoran, pelajar, hingga pengunjung pasar menjadi pelanggan setia yang mencari menu praktis namun mengenyangkan.

"Setiap pagi saya membuat sekitar 200 bungkus arem-arem. Biasanya sebelum pukul sembilan pagi sudah hampir habis terjual," ujar Siti Rahma, seorang pedagang jajanan tradisional.

Ketahanan arem-arem di tengah gempuran kuliner modern tidak lepas dari nilai budaya yang melekat padanya. Jajanan ini telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat, khususnya di Pulau Jawa. Kini, popularitasnya merambah ke berbagai wilayah Indonesia seiring munculnya variasi baru yang disesuaikan dengan selera konsumen lokal. Dari Pasar Tradisional hingga Acara Keluarga

Keberadaan arem-arem mudah ditemui di pasar tradisional, warung sarapan, hingga disajikan dalam berbagai acara keluarga dan kegiatan sosial. Harganya yang relatif terjangkau menjadikannya pilihan cerdas untuk mengisi perut tanpa menguras kantong.

Bagi Anda yang ingin merasakan kehangatan sarapan ala rumahan, arem-arem adalah jawabannya. Jajanan ini membuktikan bahwa makanan tradisional tidak pernah benar-benar kalah oleh zaman. Ia hanya menunggu untuk kembali ditemukan oleh generasi baru yang haus akan cita rasa otentik Nusantara.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: palpos.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks