LOMBOK UTARA — Di balik tumpukan ribuan kelapa yang siap dikirim, Babinsa Rempek dari Koramil 1606-10/Gangga hadir bukan sekadar pengawas. Serka Sumardan turun langsung ke tempat pengepulan untuk berdialog dengan para pekerja, mulai dari proses pengupasan hingga distribusi.
Pasokan Kelapa Rempek: 6-10 Ton per Pengiriman
Dari hasil komunikasi sosial (komsos) tersebut, terungkap bahwa permintaan kelapa dari Desa Rempek terus meningkat. Setiap pekan, truk pengangkut membawa sekitar 6 hingga 10 ton buah kelapa hasil panen warga ke berbagai daerah.
“Dalam satu kali pengiriman, truk mengangkut sekitar ±6–10 ton buah kelapa yang berasal dari hasil panen masyarakat di Desa Rempek dan sekitarnya,” ujar Bedi (43), pengepul yang sudah lama menggeluti usaha ini.
Dukungan TNI: Keamanan dan Penyemangat Usaha
Serka Sumardan menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar menjaga keamanan wilayah. Babinsa juga berperan sebagai mitra yang mendorong usaha produktif masyarakat.
“Kami berharap usaha seperti ini terus berkembang. Kehadiran Babinsa bukan hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mendukung usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Babinsa di sela kegiatan.
Bedi mengapresiasi perhatian TNI yang rutin menjalin komunikasi. “Kehadiran Babinsa memberikan rasa aman sekaligus menjadi penyemangat bagi para pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas hasil produksi,” tutupnya.
Potensi Ekonomi Desa yang Perlu Didorong
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI untuk memantau potensi wilayah, termasuk sektor perkebunan dan perdagangan hasil pertanian. Keberhasilan Bedi dan warga Rempek dalam memasarkan kelapa hingga ke luar daerah dinilai mampu membuka lapangan kerja sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Melalui sinergi antara TNI dan masyarakat, potensi komoditas kelapa di Lombok Utara diharapkan terus berkembang. Dengan hubungan yang harmonis, ketahanan ekonomi desa bisa semakin kuat dan memberikan manfaat nyata bagi warga.