MATARAM — Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menekankan bahwa penandatanganan MoU dengan Unram bukan sekadar seremoni. Menurutnya, kolaborasi ini adalah simbol komitmen nyata agar program pembangunan daerah berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, bukan hanya angka di atas kertas.
“Satu tahun terakhir, saya melihat kemiskinan tidak lagi hanya sekadar angka di atas kertas. Saat kita turun ke desa dan bertemu langsung dengan warga, kita menyadari bahwa mereka butuh lebih dari sekadar jaring pengaman sosial,” ujar Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal di hadapan para guru besar.
Desa Berdaya dan Profesor Berdampak: Dua Program Satu Tujuan
Program Desa Berdaya milik Pemprov NTB akan dipadukan dengan inisiatif akademik Unram bernama Profesor Berdampak. Melalui skema ini, riset dan keilmuan para profesor tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, melainkan harus memberikan solusi nyata bagi industri dan masyarakat.
Rektor Unram, Prof. Sukardi, menyatakan bahwa 22 profesor telah disiapkan untuk langsung mendampingi program di tingkat desa. “Saya percaya dengan para profesor senior kita. Program ini direncanakan berjalan selama tiga tahun dengan target utama menghasilkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Mengapa Pendampingan Lebih Penting dari Bantuan Material?
Gubernur Iqbal menilai, masalah kemiskinan ekstrem di NTB masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Program Desa Berdaya difokuskan pada pengembangan desa mandiri melalui optimalisasi potensi dan ikon tematik lokal. Namun, ia mengakui bahwa selama ini bantuan material seperti asuransi kesehatan atau PKH belum cukup.
“Kita butuh inovasi dari para guru besar untuk menggerakkan perkembangan bisnis di tingkat desa,” tambah Miq Iqbal. Ia berharap para profesor tidak hanya menjadi konsultan, tetapi juga inspirator bagi warga untuk mengembangkan potensi ekonomi mereka.
Rencana Perluasan: Dosen dan Mahasiswa KKN Akan Terlibat
Rektor Unram tidak hanya berhenti pada penerjunan profesor. Ia memaparkan rencana perluasan program ke depan. “Harapan kami tentu pendampingan ini semakin intensif. Selain para profesor, tahun depan kami akan melibatkan para dosen serta mahasiswa KKN untuk memperkuat ekosistem Desa Berdaya ini,” ujar Prof. Sukardi.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalisator akselerasi kesejahteraan masyarakat NTB. Ilmu pengetahuan dari kampus diharapkan benar-benar menyentuh akar masalah di lapangan dan memberikan solusi yang berkelanjutan. (Manikpkominfo)