JAKARTA — Hubble NASA mengabadikan ribuan bintang muda berwarna putih dan biru yang berkilau di tengah awan gas hidrogen merah di kawasan LH 95. Kombinasi warna itu mengingatkan pada nuansa perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, Fourth of July.
Wilayah ini menjadi rumah bagi bintang-bintang bermassa kecil yang hidup berdampingan dengan bintang raksasa biru bermassa besar. Cahaya ultraviolet dan angin bintang dari bintang raksasa membentuk serta memanaskan gas hidrogen di sekitarnya.
2.500 Bintang Muda yang Belum "Hidup"
Para astronom menemukan sekitar 2.500 bintang muda yang hampir mencapai massa akhirnya. Namun, bintang-bintang itu belum memulai reaksi fusi hidrogen di inti mereka — proses yang menandai kelahiran bintang sesungguhnya.
Pengamatan menunjukkan proses akresi atau penambahan materi pada bintang muda dapat berlangsung selama beberapa juta tahun. Proses itu ternyata lebih lama dari perkiraan sebelumnya.
Beberapa Generasi Bintang Terbentuk Bertahap
Peneliti menemukan adanya beberapa generasi bintang yang terbentuk secara bertahap di kawasan LH 95. Bintang paling masif di wilayah tersebut diperkirakan memiliki massa 60-70 kali Matahari, berusia sekitar satu juta tahun.
Usia itu lebih muda dibandingkan sebagian besar bintang lain yang berusia sekitar empat juta tahun. Temuan ini membantu para astronom memahami proses pertumbuhan bintang dan evolusi kawasan pembentukan bintang di alam semesta.
Galaksi Kerdil yang Mengorbit Bima Sakti
Awan Magellan Besar merupakan galaksi kerdil yang mengorbit Bima Sakti. Kawasan LH 95 menjadi laboratorium alami bagi para astronom untuk mempelajari bagaimana bintang-bintang lahir dan berevolusi dari waktu ke waktu.
Citra terbaru Hubble ini memberikan data berharga tentang tahap awal kehidupan bintang, termasuk proses akresi yang berlangsung lebih panjang dari dugaan sebelumnya.