MATARAM — Dukungan terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus mengalir dari tingkat desa di Nusa Tenggara Barat. Ketua DPD Aksi NTB, Saurim, yang juga Kepala Desa Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pembagian makanan, melainkan investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia.
"Program MBG, kami nilai dapat memberikan kontribusi penting dalam mencetak generasi cerdas, sehat, dan berdaya saing, yang akan menjadi generasi emas 2045," kata Saurim dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
Tiga Pilar Pembangunan yang Terdampak Langsung
Saurim merinci, program MBG terbukti memberikan dampak positif terhadap tiga pilar pembangunan nasional. Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan gizi anak sekolah. Kedua, percepatan pertumbuhan ekonomi di perdesaan karena melibatkan petani dan pelaku UMKM lokal sebagai pemasok bahan baku. Ketiga, percepatan pemerataan kesejahteraan rakyat.
"Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah semata, juga memberikan dampak kepada penurunan angka anak kurang gizi, mencegah stunting, serta terpenuhinya nutrisi yang seimbang bagi ibu hamil," ujar Saurim menambahkan.
Dari Meja Makan Sekolah ke Generasi Emas 2045
Menurut Saurim, dampak program MBG sudah mulai terasa di tingkat desa. Anak-anak yang sebelumnya terlihat lesu kini menunjukkan peningkatan konsentrasi dan semangat belajar setelah rutin menerima makanan bergizi di sekolah. Hal ini dinilai krusial untuk menyambut target Generasi Emas 2045.
Dukungan dari Aksi NTB ini menjadi sinyal kuat bahwa program MBG mendapat legitimasi dari aparatur desa, yang merupakan ujung tombak pelayanan publik. Saurim berharap program ini terus dilanjutkan dan diperluas jangkauannya ke lebih banyak desa terpencil di NTB.