MATARAM — Ratusan warga memadati rute konvoi kendaraan taktis Kopassus yang dilepas langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Panglima Djon Afriandi. Suara gemuruh kendaraan tempur dan seragam loreng khas pasukan baret merah menjadi tontonan yang tak biasa di ibu kota provinsi tersebut.
Bukan Sekadar Pamer Kekuatan, Tapi Skenario Nyata
Latihan yang berlangsung di KEK Mandalika ini tidak hanya bersifat seremonial. Panglima Djon Afriandi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemampuan dan latihan rutin yang difokuskan pada penyelarasan prosedur pengamanan kawasan vital.
“Latihan ini mencakup simulasi berbagai skenario kedaruratan, termasuk penanganan penyanderaan,” jelasnya. Pemilihan Mandalika sebagai lokasi dinilai strategis karena kawasan ini menjadi tuan rumah berbagai agenda internasional seperti MotoGP yang membutuhkan standar keamanan tinggi.
Gubernur Iqbal: Kehadiran TNI Beri Rasa Aman bagi Investor dan Wisatawan
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan apresiasi langsung kepada jajaran Kopassus. Menurutnya, latihan ini bukan hanya meningkatkan profesionalisme prajurit, tetapi juga memperkuat sistem pengamanan kawasan yang menjadi bagian dari Program Strategis Nasional.
“Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Kopassus. Kehadiran TNI memberikan rasa aman, memperkuat kepercayaan masyarakat, sekaligus menunjukkan kesiapan negara dalam melindungi kawasan strategis,” ujar Iqbal dalam sambutannya.
Mengapa NTB dan Mandalika Jadi Prioritas?
NTB memiliki posisi krusial dalam pertahanan nasional. Selain menjadi lokasi PSN, provinsi ini berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang memiliki nilai penting bagi kepentingan negara. Oleh karena itu, pengamanan kawasan strategis memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, TNI, Polri, hingga masyarakat setempat.
Dukungan Manajemen The Mandalika: Keamanan adalah Fondasi Utama
General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, menyambut baik latihan tersebut. Ia menilai sinergi antara TNI, Polri, Pemprov NTB, dan Pemkab Lombok Tengah ini menjadi kunci kesiapsiagaan objek vital nasional.
“Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat mendukung penyelenggaraan latihan strategis ini. Aspek keamanan, keselamatan, dan kesiapsiagaan menjadi pondasi utama dalam mendukung keberhasilan setiap penyelenggaraan kegiatan di Mandalika,” kata Pari Wijaya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk mewujudkan kawasan yang aman dan tangguh, sekaligus meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap The Mandalika sebagai destinasi kelas dunia.
Momen Dekat dengan Masyarakat
Latihan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan TNI dengan rakyat. Warga yang memadati sepanjang rute konvoi diberi kesempatan menyaksikan langsung kendaraan taktis hingga berinteraksi dengan personel Kopassus.
“TNI adalah milik rakyat. Karena itu masyarakat kami beri kesempatan untuk lebih mengenal Kopassus dan melihat langsung keberadaan mereka,” tutup Panglima Djon Afriandi.
Pelepasan Joy Ride ini menegaskan bahwa pengamanan kawasan strategis nasional bukan hanya tugas aparat, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah daerah.