SUMBAWA — Sebanyak lima santri kurang mampu di Pondok Pesantren Hidayatullah, Dusun Bangkong, menerima bantuan dana zakat dari YBM PLN UP3 Sumbawa pada Minggu (15/6). Total dana yang disalurkan mencapai Rp 2,5 juta, dengan masing-masing santri mendapatkan Rp 500.000.
Bantuan Tepat Sasaran untuk Santri Berprestasi
Manager PLN UP3 Sumbawa, Firman Sulistyawan, mengatakan program ini merupakan wujud nyata kepedulian insan PLN terhadap generasi muda yang tengah berjuang menuntut ilmu di tengah keterbatasan ekonomi. Menurutnya, pendidikan adalah investasi penting untuk membangun sumber daya manusia yang unggul.
“Melalui penyaluran dana zakat ini, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi para santri dhuafa yang sedang berjuang menuntut ilmu. Pendidikan merupakan investasi terbaik untuk masa depan bangsa,” ujar Firman dalam keterangannya.
PLN Tak Hanya Listrik, Tapi Juga Peduli Pendidikan
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat, Sri Heny Purwanti, menegaskan kegiatan ini selaras dengan komitmen perusahaan untuk menghadirkan kontribusi sosial yang berdampak. Keberadaan YBM PLN menjadi sarana menyalurkan amanah para pegawai kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bidang pendidikan.
“PLN meyakini pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan masa depan yang lebih baik. Kami berharap bantuan ini menjadi penyemangat bagi para penerima untuk terus belajar dan kelak menjadi generasi yang berkontribusi positif bagi daerah,” kata Sri Heny.
Transparansi Pengelolaan Zakat Jadi Prioritas
Ke depan, YBM PLN UP3 Sumbawa akan terus menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah melalui program sosial, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi. Dengan pengelolaan yang transparan dan tepat sasaran, PLN berharap manfaat program ini bisa menjangkau lebih banyak masyarakat di Nusa Tenggara Barat.
Bantuan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan. Selain meringankan beban ekonomi keluarga santri, program ini diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan layak tanpa terkendala biaya.