LOMBOK TIMUR — Dua desa di Lombok Timur mendapat pendampingan langsung dari BBPOM Mataram untuk mewujudkan kawasan yang mandiri dan berkelanjutan dalam hal keamanan pangan. Bimtek yang digelar di Desa Sukamulia dan Desa Telagawaru itu merupakan tindak lanjut dari pelatihan kader yang sudah berjalan sebelumnya.
Apa Saja Materi yang Diajarkan ke Warga?
Ketua Tim Informasi dan Komunikasi 2 BBPOM di Mataram, Rosita Mardiani, menjelaskan bahwa peserta dibekali pengetahuan tentang bahaya pangan, pencegahan stunting, dan gizi seimbang. Mereka juga diajarkan cara membaca Informasi Nilai Gizi (ING) serta metode Cek KLIK—singkatan dari Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa.
“Peserta juga diedukasi penggunaan aplikasi BPOM Mobile untuk mengecek produk pangan secara mandiri,” ujar Rosita dalam kegiatan yang berlangsung di dua desa tersebut.
Peran Aktif Warga dan Apresiasi Kepala Desa
Kepala Desa Sukamulia, Ismail, dan Kepala Desa Telagawaru, Muhammad Rohdi, membuka langsung acara bimtek di masing-masing wilayah. Keduanya menekankan bahwa keamanan pangan adalah kebutuhan dasar yang memengaruhi kualitas hidup masyarakat.
“Seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan pangan yang aman serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih dan mengonsumsi pangan yang memenuhi persyaratan keamanan,” tegas kedua kepala desa dalam sambutannya.
Target: Budaya Keamanan Pangan yang Berkelanjutan
Melalui program ini, BBPOM Mataram mendorong warga untuk menerapkan prinsip keamanan pangan mulai dari lingkungan keluarga hingga usaha pangan yang dikelola. Harapannya, terbentuk budaya pangan yang aman, sehat, dan bermutu secara mandiri di Lombok Timur. (AL-03)