NUSA TENGGARA BARAT — Pemerintah Thailand mengusulkan penambahan empat negara ke daftar bebas visa, yakni Meksiko, Kolombia, Uzbekistan, dan Belarus, demi mengejar target pendapatan pariwisata 4 triliun baht atau sekitar Rp 2.152 triliun. Usulan ini masih berupa rencana dan belum berlaku, dengan pengajuan resmi ke komite terkait dijadwalkan pada 9 November mendatang. Bagi wisatawan Indonesia, kebijakan ini jadi sinyal bahwa Thailand makin agresif membuka pintu masuk.
Juru Bicara Pemerintah Thailand Lalida Persvivatana mengumumkan rencana perluasan bebas visa setelah rapat Komite Kebijakan Pariwisata Nasional yang dipimpin Wakil Perdana Menteri Suphajee Suthumpun. Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) akan membawa usulan tersebut ke komite terkait pada 9 November. Statusnya masih sebatas usulan, belum disetujui, dan belum berlaku bagi pelancong dari keempat negara itu.
Daftar awalnya hanya mencakup Meksiko, Kolombia, dan Uzbekistan. Belarus belakangan ikut masuk dalam pertimbangan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Thailand untuk mendongkrak pendapatan pariwisata sekaligus memperbaiki standar layanan.
Target pendapatan pariwisata minimal 4 triliun baht jadi angka yang dikejar. Thailand juga ingin menembus 30 besar negara dalam Indeks Pengembangan Perjalanan dan Pariwisata (Travel & Tourism Development Index).
Rencana ini tertuang dalam draf Rencana Pembangunan Pariwisata Nasional Keempat untuk periode 2028-2032. Selain memperluas akses masuk, pemerintah Thailand mempercepat proses pengajuan e-Visa dan mengurangi waktu antrean pemeriksaan imigrasi di Bandara Suvarnabhumi.
Ada pula keinginan menarik wisatawan berdaya beli tinggi tanpa mengorbankan pelaku usaha kecil dan masyarakat lokal. Wisata kapal pesiar dan yacht masuk sebagai sektor prioritas, dengan TAT diminta menyusun rencana pengembangan terminal kapal pesiar dan marina yacht.
Indonesia tidak termasuk dalam empat negara yang diusulkan bebas visa. Namun, promosi pasar jarak dekat Thailand justru menyasar Indonesia bersama Taiwan, Vietnam, Malaysia, dan Singapura.
Pemerintah Thailand juga menyiapkan kalender wisata dalam berbagai bahasa untuk setiap provinsi. Isinya jadwal festival, atraksi, dan kegiatan masyarakat, memudahkan wisatawan merencanakan perjalanan sebelum berangkat.
Untuk pasar jarak jauh, Thailand mengandalkan penyelenggaraan acara internasional serta kerja sama dengan agen perjalanan dan maskapai. Momentum tuan rumah pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia 2026 juga dimanfaatkan untuk mempromosikan perjalanan dari Bangkok ke destinasi sekitar, termasuk Ayutthaya.
Wisata pertanian, khususnya tur kebun buah musiman di Thailand timur, akan dipromosikan untuk menambah pendapatan petani dan pelaku usaha lokal. Bagi traveler yang suka wisata berbasis pengalaman, ini bisa jadi alternatif selain destinasi pantai dan kota besar.
Sejauh mana rencana bebas visa ini berdampak pada traveler Indonesia masih menunggu keputusan komite. Informasi terkini soal kebijakan visa Thailand dapat dikonfirmasi melalui Kedutaan Besar Thailand di Jakarta atau situs resmi TAT sebelum merencanakan perjalanan.
Untuk sementara, wisatawan Indonesia tetap mengikuti ketentuan visa yang berlaku. Pantau pengumuman resmi pada 9 November untuk melihat apakah daftar bebas visa benar-benar diperluas atau masih berhenti di tahap usulan.