MATARAM — Getaran gempa dangkal itu terasa nyata di dalam rumah, seperti truk yang melintas. Berdasarkan laporan masyarakat dan peta guncangan BMKG, skala intensitas II MMI tercatat di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Tengah.
Hasil analisis BMKG menempatkan pusat gempa di koordinat 8.48 Lintang Selatan dan 115.87 Bujur Timur. Lokasinya di laut, 34 kilometer barat daya Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, dengan kedalaman 18 kilometer.
Memperhatikan lokasi dan kedalaman hiposenternya, gempa ini tergolong dangkal. BMKG menyebut kejadian tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif di dasar laut.
Skala II MMI berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah, setara guncangan truk yang sedang melintas. Tidak ada laporan kerusakan bangunan dalam keterangan resmi BMKG.
Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Sumawan ST, MM, menyatakan pihaknya terus melakukan monitoring ketat terhadap aktivitas kegempaan di wilayah tersebut. Hingga pukul 03.00 WITA, belum terpantau adanya gempa susulan.
"Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar Sumawan dalam keterangan resminya.
Warga diminta menghindar dari bangunan yang mengalami retak atau rusak akibat gempa. Langkah itu penting untuk mengantisipasi potensi bahaya yang mungkin muncul.
BMKG menegaskan masyarakat agar hanya mengakses informasi resmi dari kanal komunikasi yang telah terverifikasi. Informasi dapat dipantau melalui akun media sosial @infoBMKG, laman resmi bmkg.go.id, atau aplikasi seluler resmi BMKG.