NUSA TENGGARA BARAT — Antonio Banderas akan memerankan Kapten Álvaro Salcedo dalam film terbaru Mariano Cohn dan Gastón Duprat berjudul Mare Nostrum. HanWay Films akan memulai penjualan internasional film itu di American Film Market (AFM), dengan syuting utama dijadwalkan dimulai awal tahun depan di Spanyol.
Aktor asal Spanyol Antonio Banderas kembali bekerja sama dengan duo sineas Argentina Mariano Cohn dan Gastón Duprat setelah Official Competition. Kali ini ia memimpin proyek berjudul Mare Nostrum sebagai Kapten Álvaro Salcedo, seorang nakhoda kapal kontainer komersial raksasa.
Kapal yang dinakhodai Salcedo mengangkut kargo senilai satu miliar euro dari Istanbul menuju Cape Town. Di tengah badai, ia menemukan sebuah perahu kecil penuh migran Afrika yang hampir tenggelam.
Kapten tersebut dihadapkan pada dilema moral: menyelamatkan mereka atau membiarkan mereka pada nasibnya. Ia memilih menaikkan para migran ke kapal, tanpa menyadari keputusan itu akan memicu krisis politik internasional ketika tidak ada satu pun negara Eropa yang mengizinkan mereka turun.
Di tengah sorotan yang meningkat dan dukungan yang terasa hampa, Salcedo menjalani odisei rumit bersama sejumlah tokoh ganjil. Mulai dari pemimpin Eropa, aktivis, penjaga pantai, seorang bintang rock internasional, pengacara korporat keras kepala, broker asuransi maritim, hingga sekelompok pengungsi Afrika dari berbagai usia.
Tanpa jalan keluar yang jelas, sang kapten mengambil tindakan ekstrem untuk menolong para penyintas kapal karam. Langkah itu mengantar film menuju ending epik yang tak terduga.
Jose Luis Escolar (Kill Jackie) bertindak sebagai produser. Sinematografer Spanyol Xavi Giménez dipercaya menangani kamera, sementara spesialis VFX Marvel Universe Arturo López Iriarte (Wonka) ikut bergabung.
Alain Bainée (Official Competition) mengisi posisi production designer. Mariano Cohn, Gastón Duprat, Antonio Banderas, dan Alejandro Roemmers tercatat sebagai executive producer.
Keduanya menyebut Mare Nostrum sebagai film terbesar dan paling ambisius yang pernah mereka garap. Proyek ini menyatukan ketegangan, drama, dan humor yang membuat tidak nyaman dalam skala yang belum pernah mereka coba sebelumnya.
"With Mare Nostrum, we wanted to explore a world shaped by migration, borders and the contradictions of human nature," ujar Cohn dan Duprat dalam pernyataan resmi.
Mereka juga menyebut antusiasme bisa kembali bekerja sama dengan Banderas dan tim kolaborator internasional untuk mewujudkan proyek tersebut.
HanWay Films akan membuka penjualan dunia untuk Mare Nostrum di AFM. Pengambilan gambar utama dijadwalkan mulai awal tahun depan di Spanyol.
Mare Nostrum menandai pertemuan ulang Banderas dengan Cohn dan Duprat setelah Official Competition, film satir industri kreatif yang mendapat sambutan positif di festival. Kombinasi nama Banderas dengan tema migrasi dan krisis perbatasan Eropa memberi proyek ini daya tarik pasar internasional yang kuat.