BPBD Lombok Barat Salurkan 1,78 Juta Liter Air Bersih ke 97 Dusun, Status Tanggap Darurat Kekeringan Diperpanjang hingga 19 November

Penulis: Prayoga Santana  •  Rabu, 04 November 2026 | 08:46:02 WIB
Petugas gabungan menyalurkan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di Lombok Barat.

LOMBOK BARAT — Kepala Pelaksana BPBD Lombok Barat Ramdan Hariyanto menyebut bantuan air bersih disalurkan secara bergotong royong oleh tim gabungan. Wilayah terdampak tersebar di 26 desa, dengan Kecamatan Kuripan tercatat sebagai salah satu titik paling rawan karena menghadapi kekeringan ekstrem sekaligus angin puting beliung dan banjir luapan sungai.

Status kebencanaan di Lombok Barat bergerak bertahap sejak pertengahan tahun. Siaga kekeringan diberlakukan 23 Juni hingga 6 September, naik menjadi tanggap bencana pada 7 September sampai 6 Oktober, lalu diperpanjang pertama kali 7 Oktober hingga 20 Oktober.

Perpanjangan Status Tanggap Darurat Berlaku 21 Oktober–19 November

Kabid Darlok BPBD Lombok Barat Tony Hidayat menyatakan pemerintah daerah telah menetapkan perpanjangan status tanggap bencana kekeringan tahap kedua. Masa berlaku tahap kedua berjalan dari 21 Oktober sampai 19 November.

"Pemerintah daerah telah menetapkan perpanjangan status tanggap bencana kekeringan tahap kedua yang berlaku mulai 21 Oktober hingga 19 November," kata Tony Hidayat.

Penetapan status menjadi dasar hukum bagi BPBD dan instansi lain untuk mengerahkan personel, armada tangki, serta anggaran penanganan darurat. Tanpa status tersebut, koordinasi lintas sektor untuk distribusi air ke dusun-dusun terpencil biasanya tersendat.

13 Instansi Dikerahkan, dari PDAM hingga Baznas

Penanganan krisis air bersih melibatkan BPBD Lombok Barat, PDAM Giri Menang, BPBD NTB, BWS 1, Damkar, Polres Lombok Barat, PMI, Bank NTB Syariah, Laznas NTB, dan Baznas Lombok Barat. Sinergi antar-instansi difokuskan mendistribusikan air bersih bagi 97 dusun di 26 desa terdampak.

Kolaborasi itu mencakup penyediaan armada tangki, pengisian air dari sumber yang masih tersedia, hingga pengawalan distribusi ke titik-titik pengungsian air. Warga di dusun terdampak menerima pasokan secara berkala sesuai jadwal yang disusun BPBD bersama pemerintah desa.

Krisis Air Bersih Berlanjut di Tengah Ancaman Bencana Hidrometeorologi

BPBD Lombok Barat juga memetakan ancaman lain di sebagian besar wilayah, mulai dari banjir akibat tumpukan sampah, tanah longsor, angin puting beliung, pohon tumbang, hingga banjir rob. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi transisi cuaca ekstrem.

Kekeringan ekstrem tetap menjadi fokus utama penanganan darurat di belasan desa meski ancaman bencana hidrometeorologi lain mengintai. Distribusi air bersih disebut berhasil menyuplai kebutuhan pokok masyarakat di wilayah terdampak secara berkelanjutan.

"Air bersih yang disalurkan kekeringan yang melanda Lombok Barat hingga 31 Oktober 2026 sebanyak 1.780.850 liter," kata Ramdan Hariyanto.

BPBD Lombok Barat belum membeberkan proyeksi tambahan volume air yang dibutuhkan sampai status tanggap darurat tahap kedua berakhir pada 19 November. Warga di 26 desa terdampak masih bergantung pada pasokan armada tangki selama sumber air lokal belum pulih.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: lombokpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top