Museum NTB Kirim Staf ke Australia Telusuri Artefak Lombok yang Diduga Salah Dideskripsikan sebagai Bali

Penulis: Okta Nugraha  •  Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:16:02 WIB
Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam menyatakan staf museum akan mengikuti program peningkatan kapasitas di Australia.

MATARAM — Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam menyatakan staf yang dikirim akan mengikuti program peningkatan kapasitas sekaligus mempelajari konservasi dan penelitian asal-usul koleksi budaya yang tersimpan di Australia. Program itu menjadi kesempatan bagi staf museum memperdalam pengetahuan permuseuman sambil meneliti atribusi benda budaya yang berkaitan dengan Lombok.

Penelusuran tidak hanya menyasar koleksi tekstil. Keramik dan berbagai artefak lain yang tersimpan di museum maupun galeri seni Australia juga masuk dalam cakupan penelitian.

Mengapa Koleksi Lombok Kerap Disebut Berasal dari Bali

Kolektor Australia Michael Abbott menyebut salah satu alasan dirinya mendanai program beasiswa tersebut adalah keprihatinan terhadap deskripsi sejumlah koleksi tekstil di museum dan galeri seni Australia. Banyak koleksi tekstil dideskripsikan berasal dari Bali, sementara Lombok jarang disebut sebagai daerah asalnya.

Kondisi itu menjadi perhatian karena penelusuran asal-usul koleksi diperlukan untuk memperoleh atribusi yang lebih tepat. Penelusuran juga memperkaya pemahaman mengenai sejarah dan persebaran warisan budaya kedua wilayah.

"Saya berharap program magang selama enam pekan itu dapat menjadi hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Pada akhirnya, saya juga berharap seseorang dari Australia dapat datang ke Indonesia untuk belajar di sini (Lombok)," ujar Abbott.

Satu Staf Museum NTB Berada di Australia Selama 1,5 Bulan

Menurut Nuralam, satu orang staf Museum NTB akan berada di Australia selama 1,5 bulan. Program itu dimulai akhir tahun ini.

Beasiswa yang didanai Abbott mencakup masa magang selama enam pekan. Durasi tersebut menjadi bagian dari skema peningkatan kapasitas yang dijalani staf museum di Negeri Kanguru.

"Satu orang staf Museum NTB akan berada di Australia selama 1,5 bulan. Program itu dimulai akhir tahun ini," kata Nuralam.

Artefak di Museum dan Galeri Seni Australia Jadi Sasaran Penelitian

Sejumlah koleksi tekstil dan artefak asal Lombok yang tersimpan di berbagai museum dan galeri seni di Australia menjadi perhatian karena diduga belum teridentifikasi secara tepat berdasarkan daerah asalnya. Koleksi yang memiliki keterkaitan dengan Lombok selama ini kerap dideskripsikan berasal dari Bali.

Kondisi itu mendorong upaya penelusuran atribusi dan asal-usul benda budaya oleh Museum Negeri NTB bersama sejumlah institusi di Australia. Kerja sama dengan kolektor Australia dijalankan untuk memperjelas identitas artefak budaya asal Lombok.

Hasil penelusuran diharapkan memberi atribusi yang lebih akurat bagi koleksi yang selama ini tercatat sebagai benda budaya Bali. Penelusuran asal-usul juga membuka peluang pertukaran pengetahuan antara museum di Indonesia dan Australia.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: validnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top