311 Siswa SMAN 9 Mataram Ikuti TKA Terintegrasi Asesmen Nasional, Sekolah Pinjam Laptop Guru dan Siswa

Penulis: Okta Nugraha  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:46:31 WIB
Siswa SMAN 9 Mataram mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) terintegrasi Asesmen Nasional di laboratorium komputer sekolah.

MATARAM — Kepala SMAN 9 Mataram Nengah Istiqomah menyatakan pelaksanaan TKA menjadi kesempatan untuk melihat kemampuan akademik siswa, terutama dalam aspek literasi dan numerasi. Hasil asesmen itu juga dipakai sekolah sebagai bahan evaluasi peningkatan kualitas pembelajaran.

Setiap hari, peserta mengikuti satu mata pelajaran. Pengecualian berlaku pada hari keempat yang mencakup dua mata pelajaran pilihan sekaligus.

Sesi pertama berlangsung pukul 08.00–09.45 WITA, sesi kedua pukul 10.30–12.15 WITA, dan sesi ketiga pukul 13.00–14.45 WITA.

Tiga Ruangan, Satu Lab Komputer, dan Laptop Pinjaman

Sekolah memanfaatkan tiga ruangan untuk asesmen, terdiri atas satu laboratorium komputer dan dua ruang kelas. Jumlah perangkat komputer belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan.

SMAN 9 Mataram lantas meminjam laptop milik guru dan siswa. Langkah itu diambil agar seluruh peserta dapat mengikuti tes sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Pelaksanaan TKA menjadi kesempatan untuk melihat kemampuan akademik siswa, terutama dalam aspek literasi dan numerasi. Kami berupaya agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik. Namun, pelaksanaan asesmen berbasis digital juga membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, khususnya perangkat komputer atau laptop. Kami berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap pemenuhan fasilitas sekolah agar kegiatan asesmen dan pembelajaran berbasis digital dapat berjalan lebih optimal,” ujar Nengah Istiqomah.

Kelas X dan XI Tetap Belajar Luring Selama TKA

Pelaksanaan TKA tidak menghentikan pembelajaran siswa kelas X dan XI. Kebijakan itu mengacu pada Surat Edaran Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 100.3.4/4211.Set/X/Dikpora/2026.

Poin 2 huruf c atau Alternatif 3 dalam surat edaran tersebut mengatur agar sekolah tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka secara luar jaringan (luring/kombinasi) bagi siswa kelas X dan XI selama TKA berlangsung. Sekolah juga wajib mengondisikan pelaksanaan TKA agar aman, tenang, dan tidak terganggu.

SMAN 9 Mataram memilih alternatif tersebut dengan mempertimbangkan keberlangsungan pembelajaran sekaligus kelancaran asesmen bagi siswa kelas XII. Pengaturan ruang dan kegiatan sekolah menjadi bagian penting untuk memastikan kedua kegiatan pendidikan berjalan baik.

Guru Nilai TKA Latih Penalaran, Bukan Hafalan

Guru SMAN 9 Mataram Rizkamaya Diah Mustika menilai TKA memberi manfaat bagi siswa maupun guru. Asesmen ini membantu memetakan kemampuan akademik dan menjadi bahan evaluasi pengajaran.

“Menurut saya, pelaksanaan TKA cukup baik karena membantu memetakan kemampuan akademik siswa dan menjadi bahan evaluasi bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. TKA juga mendorong penguatan kemampuan literasi dan numerasi serta membiasakan siswa mengerjakan soal yang menuntut penalaran dan pemahaman konsep,” ujar Rizkamaya.

Dari sisi penyelenggaraan, TKA di SMAN 9 Mataram menuntut kesiapan sarana digital di luar ruang ujian. Pinjaman laptop guru dan siswa menjadi penopang sementara, sementara pemenuhan fasilitas tetap menjadi pekerjaan rumah bagi sekolah dan pemerintah daerah.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: lombokpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top